Tertarik budidaya buah naga? Nah, panduan ini jawabannya: membahas mengenai ✓ persiapan, ✓ membuat lubang, ✓ membangun tiang, ✓ penanaman, ✓ panen.


Buah naga kini mulai memiliki banyak penggemar. Selain karena bentuknya yang unik, buah yang satu ini pun ternyata juga kaya akan manfaat.

Ternyata buah ini sangat cocok ditanam pada beberapa daerah di Indonesia.

Tidak heran jika belakangan ini semakin banyak masyarakat yang berlomba-lomba untuk membudidaya buah yang satu ini. Apalagi harga pasarannya bisa dibilang cukup tinggi dan konstan.

Nah, berikut panduannya:


Cara Budidaya Buah Naga

1. Menentukan Lokasi Pembudidayaan

Hal pertama yang perlu dilakukan tentunya adalah memilih lokasi pembudidayaan. Jangan sampai salah memilih lokasi membuat tanaman ini tidak berbuah sesuai keinginan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait lokasi penanamannya adalah:

  • Pastikan untuk memilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari dengan intensitas cukup (ruang terbuka).
  • Sebaiknya pilihlah lokasi yang berada di ketinggian antara 0-350 meter di atas permukaan laut.
  • Pastikan daerah pembudidayaannya memiliki curah hujan yang tidak terlalu tinggi yaitu hanya sekitar 720 mm per tahunnya.
  • Jangan membudidayakan tanaman ini di area persawahan.
  • Lebih baik pilihlah ladang yang tingkat kelembabannya rendah.
  • Pastikan suhu daerah pembudidayaan tanaman ini berkisar antara 26-36 derajat celcius.

2. Menentukan Buah Naga yang Akan Ditanam

Di pasaran biasanya banyak dijual buah naga yang berwarna merah.

Namun sebenarnya buah ini sendiri terdiri dari enam jenis, yaitu kuning, merah, putih, hitam, orange dan super merah.

Di Indonesia, pada umumnya lebih memilih untuk membudidayakan buah yang berwarna merah atau putih.

Dari segi kemudahan budidayanya, maka jenis putih adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika ditinjau dari banyaknya pembeli maka yang terlaris adalah berwarna merah dan super merah.


3. Mempersiapkan Bibit Buah Naga

Untuk pembibitan, ada dua buah pilihan yaitu dengan cara alami atau buatan.

Pembibitan secara alami dapat menggunakan biji buah naga sedangkan untuk pembibitan buatan dapat dilakukan dengan cara menyetek.

Adapun bibit yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman pada lahan seluas satu hektar adalah sekitar lebih dari 6000 bibit.

Pembibitan dengan Cara Alami

Cara alami dengan biji tidak menjamin pohon yang tumbuh memiliki kualitas yang sama dengan induknya.

Meskipun biji diambil dari pohon yang berkualitas, namun hasilnya belum tentu berkualitas sama.

Pembibitan dengan Cara Buatan

Jika memilih cara buatan yaitu dengan menyetek, keuntungannya adalah akan mendapatkan kualitas pohon yang sama dengan induknya.

Bahkan dengan cara stek ini, buah naga akan lebih cepat berbuah. Berikut ini beberapa langkah untuk menyetek bibitnya.

  • Carilah induk yang memiliki panjang lebih dari 80 cm, berwarna hijau sehat dan pernah dipanen lebih dari empat kali.
  • Ambil batang dan potong sepanang 80-115 cm.
  • Potong batang yang akan digunakan untuk stek dengan panjang sekitar 20-30 cm.
  • Pastikan bahwa bagian bawah dibuat runcing, sedangkan atasnya dipotong rata.
  • Jangan lupa untuk memasukkan bagian bawah batang stek pada larutan fungisida agar terhindar dari penyakit dan hama.
  • Persiapkan media tanam dengan wadah polybag yang berisi campuran tanag, kompos dan sekam padi.
  • Tancapkan batang stek tersebut ke dalam media tanam (polybag) sedalam 5 cm.
  • Pastikan media tanam stek mendapatkan pelindung dari sinar matahari yang terlalu menyengat.
  • Siramilah stek batang tersebut setiap pagi dan sore hari.
  • Setelah tiga minggu, bukalah pelindungnya agar tunas mendapatkan cahaya matahari yang cukup,
  • Tunggu hingga dua bulan, lalu pindahkan bibit tersebut ke tiang panjat.

Selain dua cara tersebut, ada cara yang praktis untuk mendapatkan bibit buah naga yaitu membelinya.

Sebaiknya jika ingin membeli bibitnya harus memperhatikan beberapa ciri bibit yang bagus seperti:

  • Bibit telah berumur lebih dari dua bulan.
  • Memiliki tunas lebih dari empat buah.
  • Tinggi bibit antara 50-80 cm.
  • Batang berwarna hijau.

4. Membuat Tiang Panjatan

Tanaman yang sejenis dengan kaktus ini memang membutuhkan tiang yang digunakan untuk tempat pertumbuhannya.

Tinggi tiang yang perlu dipersiapkan kurang lebih sekitar 150 – 250 cm.

Berikut ini beberapa langkah untuk membuat tiang panjatan.

  • Pilihlah beton atau kayu sebagai penopang panjatan dengan bentuk tabung atau balok.
  • Jika memilih kayu, maka pastikan kayu yang digunakan tidak mudah lapuk karena tenaman ini bisa mencapai umur 20 tahun.
  • Usahakan kayu atau beton memiliki diameter antara 20-35 cm.
  • Masukkan kayu atau beton ke dalam tanah hingga kedalaman 50 cm.
  • Pastikan bagian atas penopang berbentuk silang atau (+) sebagai tempat ban bekas.
  • Letakkan ban motor bekas ke atas penopang yang telah disilangkan.
  • Pastikan antara tiang panjat yang satu dengan lainnya berjarak sekitar 300 cm dan berbaris rapi.
  • Buatlah sebuah saluran air dengan kedalaman sekitar 0,25 meter diantara jarak kedua tiang panjat.

5. Membuat Lubang Tanam

Selanjutnya adalah mengolah tanah untuk pembuatan lubang tanamnya.

Satu buah tiang panjatan usahakan hanya dikelilingi dengan empat buah lubang tanaman saja.

Tujuannya agar tanaman ini dapat tumbuh dengan optimal. Berikut ini beberapa langkahnya.

  • Ukurlah lubang tanam dengan kedalaman 0,25 meter dan pastikan ukuran lubangnya 0,6 meter x o,6 meter.
  • Siapkan campuran tanah dan pasir, pupuk, dan kapur pertanian dengan perbandingan 2:1:0,3
  • Jika campuran sudah siap, masukkan ke dalam lubang tanah yang telah dibuat sebelumnya.
  • Siramlah lubang tersebut namun jangan sampai menggenang.
  • Diamkan dan pastikan lubang tanah mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Setelah 2-3 hari berikutnya, berikan 25-30 gram pupuk TSP pada sekitar lubang tanah secara melingkar.
  • Biarkan selama satu hari dan lubang tanah siap ditanami.
  • Untuk lebih menguatkan akar tanaman, berikan pupuk kandang dan tetes tebu pada media tanam tersebut.

6. Memindahkan Bibit Ke Lubang Tanam

Selanjutnya, ketika bibit tanaman sudah siap, segera pindahkan ke lubang tanam yang telah dibuat.

Pastikan bahwa satu buah lubang tanam dikelilingi oleh empat buah bibit saja dengan jaran sekitar 10 cm. Pindahkan bibit tersebut pada lubang tanah dengan kedalaman sekitar 15 cm.

Pastikan polybag tempat bibit dibuang dan jangan ikut dimasukkan ke dalam lubang tanam.

Selanjutnya, ikatlah keempat bibit tanaman sehingga menjadi satu dengan tiang panjat. Setelah panjang tunas sekitar 20-30 cm, maka ikatan tersebut dapat dilepaskan.

Jika terdapat percabangan pada tunas sebelum mencapai atas tiang panjat, maka potonglah dan hanya sisakan satu buah tunas saja.

Namun, jika sudah mencapai tiang panjat, biarkan tunas bercabang hingga lima buah.


7. Memelihara Tanaman

Jika ingin mendapatkan buah naga yang siap panen dan berkualitas, maka jangan lupa untuk selalu melakukan pemeliharaan yang benar.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemeliharaannya.

  • Pastikan bahwa hanya ada satu tunas saja hingga mencapai bagian atas tiang panjat.
  • Pangkas tunas yang sekiranya terserang penyakit atau busuk.
  • Siramilah tanaman setiap pagi dan sore hari namun pastikan tidak ada air yang menggenang di sekitarnya.
  • Gunakan pupuk kandang yang telah difermentasi ketika cabang tunas sudah mencapai bagian atas tiang panjat.
  • Jika tanaman sudah berumur, pastikan untuk memberikan pupuk buatan dengan kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi.
  • Hindari penggunaan pupuk urea jika ingin hasil panenannya bagus dan berkualitas.
  • Jangan lupa untuk selalu membersihkan daerah sekitar tanaman agar bebas dari gulma dan hama.
  • Pastikan tanaman menerima cahaya matahari dalam jumlah yang cukup.

8. Memperhatikan Waktu Pemanenannya

Pada umumnya buah ini bisa dipanen dalam jangka waktu antara 7-10 bulan.

Namun, jika pembudidayaannya baik maka bisa saja buah iniakan dapat dipanen hanya dalam waktu 5-6 bulan.

Berikut ini ciri-ciri tanaman buah naga sudah dapat dipanen.

  • Telah muncul bunga pada tanaman (Jika sudah terlihat bunga pada tunas tanaman, maka selang waktu hingga bunga menjadi buah yang masak adalah sekitar 35 hari).
  • Kulit buah berwarna merah mengkilap dan pekat.
  • Buah tidak didominasi warna hijau.
  • Bagian mahkota bunga mulai mengecil dan pangkalnya menguncup.

Biasanya satu buah tanaman ini dapat menghasilkan sekitar 1-2 buah naga dengan total berat 1 kg. Jika satu lahan ditanami dengan 1500 bibit, maka dalam satu kali panen akan menghasilkan sekitar 1500 kg buah.

Sangat menggiurkan, bukan?

Untuk perawatan tanaman setelah panen, lakukan pemupukan pada tanamannya. Pastikan dua bulan setelah waktu panen, berikan campuran kapur pertanian dengan pupuk pada bagian bawah tanaman.


Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Budidaya Buah Naga

Untuk dapat membudidayakan tanaman ini memang cukup mudah.

Namun jika ingin mendapatkan hasil panen buah naga yang bagus dan berkualitas, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti berikut ini.

1. Nutrisi Tepat Untuk Buah Naga

Nutrisi untuk tanaman  yang masih muda adalah pupuk yang mengandung unsur hara dalam jumlah banyak.

Sedangkan untuk tanaman yang sudah berumur akan lebih bagus jika diberikan pupuk buatan dengan kandungan kalsium yang tinggi.

2. Penyakit Yang Rawan Menyerang

Tanaman buah naga memang tergolong rawan dengan berbagai macam hama dan penyakit. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang mudah menyerang tanaman dan cara mengatasinya.

Fusarium

Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya cabang-cabang tanaman yang busuk dan berwarna coklat dan layu. Penyebabnya adalah  jamur Fusarium oxysporium Schl.

Cara mengatasinya adalah dengan penyemprotan larutan derosal 60 WP atau benlate T20 WP pada batang ataupun cabang.

Pembusukan Pangkal Batang

Penyakit ini ditandai dengan adanya bulu-bulu putih pada pangkal batang.

Biasanya disebabkan oleh tanah yang terlalu lembab sehingga jamur pembusuk berjenis Sclerotium rolfsii Sacc mudah tumbuh. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan larutan benlate atau ridomil.

Pembusukan Bakteri

Penyakit ini ditandai dengan adanya lendir putih kekuningan pada tanaman dan batang tampak layu serta kusam.

Penyebabnya adalah serangan bakteri Pseudomonas sp. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan larutan basamid.


Penyebab Budidaya Buah Naga Mengalami Kegagalan

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan panen, yaitu seperti berikut ini:

  • Tanaman kurang mendapatkan cahaya matahari, apalagi kebun yang tertutup oleh gedung tinggi.
  • Memberikan pupuk urea dan pupuk kandang yang belum matang
  • Tidak melakukan pemangkasan sehingga membuat tanaman terlalu banyak membuang energi untuk tumbuh.
  • Terlalu banyak menyiram sehingga tanah terlalu lembab.
  • Terserang hama dan penyakit.
  • Penyerbukan yang kurang tuntas karena minimnya jumlah kumbang di malam hari.

Harga Pasaran Buah Naga

Berapakah harga pasaran buah naga saat ini?

Untuk yang berwarna merah saat ini dibandrol dengan harga sekitar Rp 18.000 – Rp 25.000 per kilogramnya.

Buah naga putih saat ini juga menduduki kisaran harga Rp 15.000 – Rp 16.000 per kg. Cukup tinggi, bukan?

Jika satu kali panen saja dapat menghasilkan sekitar 1500 kg, sudah dapat dibayangkan berapa omset pembudidayaan buah naga, bukan?


Demikianlah pembahasan mengenai cara budidaya buah naga, semoga bermanfaat.

Ikuti terus budidaya.id. Kami berupaya menyajikan konten yang terlengkap, terupdate, dan aktual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *