Yuk, pelajari cara menanam 🌶️ cabe hidroponik 2019 disini: ✓ cara tanam ✓ nutrisi ✓ penyemaian bibit ✓ panen hingga ✓ mengatasi penyakit.


Menanam cabe hidroponik merupakan salah satu alternatif yang bisa Anda lakukan jika tidak memiliki pekarangan luas.

Langkah-langkahnya pun terbilang sederhana, mulai dari pemilihan bibit, penyemaian, pembuatan media tanam, pemindahan ke media tana, pembesaran, dan panen.

Gambaran besar proses hidroponik cabe:

  • Sebelum proses penanaman, Anda umumnya diharuskan untuk melakukan pemilihan dan penyemaian bibit.
  • Hal ini, bertujuan supaya Anda mendapatkan benih cabe yang benar-benar siap untuk dibudidayakan atau benih unggul.
  • Setelah proses ini dilakukan, Anda bisa mulai memindahkan benih cabe ke media tanam yang telah disiapkan. Misalnya, rockwool.
  • Pada tahap berikutya, Anda tinggal melakukan perawatan khususnya memenuhi unsur hara (pemberian nutrisi) yang diperlukan oleh tumbuhan cabe ini.
  • Setelah memasuki umur ke-80 atau 90 hari, Anda sudah bisa melakukan panen.

Berikut panduannya:

Cara Menanam Cabe Metode Hidroponik 2019

1. Pemilihan Bibit Cabe

bibit-cabai-bara
Bukalapak.com / Agro Tani Jaya / Rp 10.000

Terdapat 2 jenis bibit cabe yang dipilih untuk Anda tanam, yaitu lokal dan hybrida.

Bibit cabe lokal:

  • Cabe lokal lebih mudah untuk Anda budidayakan. Ini dikarenakan bibit cabe lokal mudah beradaptasi dengan iklim dan jenis tanah di Indonesia.
  • Bibit ini dapat Anda peroleh dari Rembang, Kudus dan Tanah Karo.

Bibit cabe hybrida:

  • Satu lagi jenis bibit cabe yang juga bisa Anda budidayakan adalah hybrida.
  • Apabila dibandingkan dengan jenis lokal, maka cara budidaya cabe hybrida lebih sulit.
  • Akan tetapi, kualitas yang dihasilkan bibit cabe hiroponik ini lebih unggul. Anda bisa memperoleh bibit cabe ini dengan mengimpornya dari Taiwan dan Thailand.

2. Penyemaian Bibit Cabe

rockwool-cabe-hidroponik
Bukalapak.com / JJ Hidroponik / Rp 2.700

Bila kita melihat penyemaian biasanya dilakukan pada tanah, berbeda dengan hidroponik yang menggunakan media tertentu.

Biasanya penyemaian bibit dilakukan pada rockwool. Namun, media tanam lain bisa Anda gunakan, seperti hidroton atau arang sekam.

Namun, pada proses penyemaian kami menyarankan sebaiknay menggunakan rockwool.

Berikut tahapannya:

  • Pilih tempat untuk melakukan proses penyemaian, umumnya bisa dilakukan di polybag, baki dan petakan tanah. Untuk yang menggunakan rockwool letakan pada baki.
  • Bila menggunakan rockwool maka siapkan rockwool yang telah dipotong dengan ukuran 5 x 5 cm. Seperti pada gambar di atas.
  • Selanjutnya, buat lubang pada rockwool sedalam 1 cm untuk menempatkan bibit.
  • Taruh bibit pada lubang-lubang yang telah dibuat, 1 lubang untuk 1 bibit.
  • Setelah semua lubang terisi bibit maka tutup dengan plastik hitam dan simpan di tempat yang gelap selama 2-4 hari. Hal ini supaya perkecambahannya lebih cepat.
  • Setelah 2-4 hari pindahkan bibit pada tempat yang cukup matahari.
  • Lalu, siram bibit cabe dua kali sehari, pagi atau sore hari.
  • Lakukan pengecekan setiap harinya terhadap rockwool, bisa pagi atau sore untuk mengecek kondisi dari air pada media tanam. Usahakan agar tetap lembab ya.

3. Persiapan Sistem Hidroponik

sistem-hidroponik-cabe
university.upstartfarmers.com

Sistem yang cocok untuk cabe adalah sistem sumbu (wick system), dutch backet (skala rumahan), atau sistem drip irigasi (skala usaha).

Panduannya sebagai berikut ini:

  • Media tanam yang bisa Anda gunakan pada sistem hidroponik, seperti hidroton, arang sekam, atau pecahan genteng.
    Fungsi dari media tanam ini sebagai penyangga atau tahanan agar bibit padi yang telah tumbuh dapat tegak.
  • Kemudian, mulai mencoba sistem sirkulasi air pada sistem hidroponik guna mengecek kelancarannya.

Usahakan agar bagian tempat akar cabe besar. Hal ini menjadi alasan mengapa sistem wick, ducth backet, atau drip pilihan yang tepat. Terdapat ruang yang cukup besar sebagai pertumbuhan akar terutama pada saat umur 3 bulan.

Jumlah akar ini tidak sesuai bila ditempatkan pada sistem hidroponik yang lainnya, misalnya NFT atau DFT.


4. Pemindahan ke Media Tanam

Umumnya bibit cabe akan memiliki tunas ke-3 atau ke-4 setelah berumur 2 minggu. Pada saat inilah cabe siap dipindah tanamkan pada sistem hidroponik.

Tahapannya sebagai berikut:

  • Potonglah rockwool menjadi bagian yang terpisah antar benihnya.
  • Pindahkan rockwool tersebut pada sistem hidroponik dan beri penyangga supaya cabe tetap tegak. Penyangga bisa menggunakan hidroton atau pecahan genteng.
  • Arahkan selang air nutrisi AB Mix dekat ke batang cabe. Hal ini supaya nutrisi cepat sampai di akar.
  • Tempatkan di area yang terkena sinar matahari.
  • Untuk nutrisi AB Mix pada tahap awal pemindahan ini gunakan 600 ppm.

Mengenai lokasi yang ideal bagi tanaman hidroponik adalah pada green house.

Alasannya, hama lebih sedikit sehingga cabe berpotensi tumbuh dengan baik pula. Namun bila ada hama maka lakukan penyemprotan menggunakan pestisida organik.

Jenis hama yang biasanya menyerang cabe, seperti kutu putih, kutu kebun, tungau, atau ulat.


5. Pembesaran & Nutrisi Cabe Hidroponik

cabe-hidroponik-nutrisi-ab-mix
Tokopedia.com / Splendid Hidroponik / Rp 75.000

Agar kebutuhan unsur hara tanaman cabe terpenuhi, maka Anda wajib memberikan nutrisi tambahan.

Pada awal pemindahan ke sistem hidroponik nilai nutrisi adalah 600 ppm. Saat tanaman cabe mulai memiliki cukup banyak daun naikkan ppm menjadi 1000 ppm.

Untuk pengecekan ppm air Anda bisa menggunakan TDS meter.

TDS-Meter
Tokopedia.com / Miracle Official Store / Rp 22.000

Selengkapnya, berikut tahapan pada proses pembesaran & perawatannya:

  • Pada saat cabe berumur 1 bulan (saat sebelum berbunga) sebaiknya dilakukan pemangkasan (pruning) terhadap tunas tanaman.
    Tujuannya supaya cabe nantinya memiliki percabangan yang banyak. Adanya cabang yang banyak berpotensi menaikkan jumlah dari buah nantinya.
  • Untuk pemberian nutrisinya, bila dalam tahap daun (cabe belum berbuah) maka nutrisi AB Mix yang digunakan, yakni AB Mix daun.
  • Sementara bila telah ada buah, maka AB Mix yang digunakan, yakni AB Mix buah.
  • Saat berbunga berikan nutsisi buah sebanyak 3000 ppm.
  • Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keberadaan hama pada tanaman. Pengecekan sebaiknya dilakukan setiap hari pada jam tertentu.
    Bila terdapat hama yang mengganggu Anda bisa menyemprotkan pestisida nabati/organik pada bagian atas dan bawah tanaman.

6. Waktu Panen

cabai-hidroponik
pexels.com

Umumnya, tumbuhan cabe sudah bisa mulai Anda panen ketika memasuki umur 80-90 hari.

Namun, agar hasilnya lebih berkualitas Anda bisa menunggunya sampai berwarna merah dengan garis hijau. Waktu memanen cabe hidroponik yang baik adalah pagi don sore hari.

Apabila Anda melakukannya di siang hari, maka cabe akan berpotensi mengalami penurunan bobot bahkan rusak.


7. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

cabe-hidroponik-kutu-daun
Wikipedia.com

Budidaya cabe hidroponik ternyata juga berpotensi untuk diserang berbagai macam penyakit.

Ada beberapa macam penyakit yang umumnya menyerang tanaman cabe hidroponik, diantaranya:

  1. kutu daun,
  2. tungau,
  3. ulat,
  4. bercak daun,
  5. busuk buah,
  6. dsb.

Masalah ini dapat Anda atasi dengan melakukan penyemprotan pestisida organik/nabati pada tanaman cabe.


Demikianlah pembahasan mengenai budidaya (cara menanam) cabe hidroponik. Semoga bermanfaat, ya.

Anda bisa pula memahami konsep dasar teknik hidroponik disini: Hidroponik.

Terus ikuti budidaya.id untuk mendapatkan update materi secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *