Tertarik memulai usaha jamur tiram? Nah, panduan ini akan jadi jawabannya. Pembahasannya mulai ✓ cara menanam hingga ✓ panen. Yuk, baca caranya…


Sebenarnya, apabila ditekuni peluang usaha jamur tiram cukup menjanjikan.

Ada beberapa varietas jamur tiram yang dapat Anda budidayakan sebelum dipasarkan.

Diantaranya yaitu jamur tiram warna abu-abu, putih, cokelat dan juga emas.

Prospek Usaha Jamur Tiram

Setiap jamur tiram tersebut tentu mempunyai keunikan tersendiri yang dapat meningkatkan daya jualnya.

Bisnis jamur tiram terbilang cukup prospek karena kehadirannya semakin digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi.

Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya kreasi makanan yang menggunakan bahan utama jamur tiram.

Namun, sebelum mulai memasarkannya Anda tentu harus melakukan budidaya terlebih dahulu. Berikut ini adalah deskripsi lengkap mengenai budidaya jamur tiram.


Peluang Usaha Jamur Tiram

Dalam menanam jamur tiram, ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan.

1) Tahapan Pembibitan

Dalam memilih bibit jamur tiram, Anda harus mempertimbangkan segi kualitas agar hasil panennya bagus.

Pemilihan bibit ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan 2 cara.

  1. Pertama, yaitu membudidayakannya secara mandiri hingga memperoleh bibit F1.
  2. Kedua, membeli dari petani atau toko pertanian yang terpercaya.

Cara Pembibitan Mandiri

  • Siapkan bibit dan juga media tanamnya.
  • Berulah setelah semua siap, Anda bisa langsung menanam jamur pada media yang disebut baglog.
  • Ketika jamur sudah berada di baglog jangan lupa untuk dirawat dan diberi nutrisi.
  • Tahap terakhir tentu saja memanennya.

Cara Bibit dari Petani Lain

Pada saat memilih bibit di petani atau toko pertanian, ada beberapa indikator kualitas yang harus Anda perhatikan.

  • Pastikan BER yang dimiliki bibit jamur tiram adalah sekitar 75% dan miselium telah tumbuh penuh dan merata.
  • Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa bibit belum kadaluwarsa.

2) Tahapan Setelah Pembibitan Jamur Tiram

1. Cara Menanam

Proses penanaman jamur tiram biasanya dilakukan setelah tahap sterilisasi.

Tahap Sterilisasi

  • Pindahkan baglog media inokulasi.
  • Kemudian, Anda dapat membiarkan selama 24 jam agar suhunya kembali normal.
  • Peluang usaha jamur tiram akan tetap menguntungkan apabila terbebas dari bakteri maupun spora patogen.
  • Penanaman akan dimulai dengan menyiapkan bibit F3 di dalam botol. Lalu, semprot dengan alkohol dan bakar menggunakan spritus hingga kapas terbakar.
  • Setelah itu, matikan api tersebut dan buka kapas penyumbat kemudian aduk dengan benda yang sudah steril. Pindahkan 10 gr bibit ke dalam baglog lalu tutup kembali menggunakan kapas.

Tahap Inkubasi

  • Seusai ditanam, jamur tiram harus melalui tahap inkubasi. Pada tahap ini jamur diletakkan di suhu 22-28 derajat celcius.
  • Sementara itu, kelembapan ideal yang dibutuhkan jamur adalah sekitar 60-70%. Masa inkubasi ini akan memakan waktu hingga beberapa minggu sampai tumbuhnya miselium.
  • Apabila miselium sudah tumbuh, maka buang tutupnya dan biarkan terbuka.

2. Media Tanam

Umumnya, media tanam yang digunakan untuk penanaman jamur tiram adalah berupa baglog. Baglog ini merupakan campuran dari tiga bahan yaitu bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur.

Ketiga kombinasi inilah yang nantinya akan memaksimalkan pertumbuhan jamur tiram.

Dalam membuat baglog, Anda harus memperhatikan perbandingan ketiga bahan tersebut.

  • Perbandingan ideal untuk membuat media tanam adalah 100 kg grajen, 10 kg bekatul dan 1-2 kg kapur. Campur dan aduk rata adonan tersebut lalu tambahkan air sekitar 60% dari berat bahan.
  • Selanjutnya, Anda bisa menutup adonan tersebut dengan plastik maupun terpal.
  • Gunakanlah plastik berukuran ukuran 17×30, 20×35 dan 15×30 untuk diisi dengan adonan tersebut lalu padatkan.

3. Nutrisi

Karakteristik utama dari spesies jamur tiram adalah tidak memiliki klorofil. Dengan demikian, jamur tidak mampu berfotosintesis dan menyediakan makanan sendiri.

Kondisi ini membuat jamur hanya menyerap nutrisi dari media tanamnya yaitu baglog saat berbentuk hifa dan miselium.

Semakin lama nutrisi yang berada dalam baglog tentu berkurang itu sebabnya Anda harus terus menambahnya.

Ramuan Nutrisi 1

  • Ramuan ini sebenarnya hanya memanfaatkan air leri dan juga air kelapa muda. Anda dapat menggunakan kedua bahan ini untuk memacu pertumbuhan jamur tiram.
  • Cara penerapannya relatif mudah, dimana air leri Anda suntikkan sekitar 10 ml ke dalam baglog setelah panen.
  • Sementara itu, cara yang kedua dapat Anda lakukan dengan menyemprotkkan air baglog 1-2 kali seminggu.

Ramuan Nutrisi 2

  • Anda dapat menambahkan bahan lain selain air leri untuk ramuan jamur tiram seperti gula pasir, gula jawa merah dan ekstrak tauge.
  • Pembuatan ramuan nutrisi dapat Anda lakukan dengan mencampur ketiga bahan tersebut lalu disuntikkan sehabis panen.
  • Ekstrak tauge kaya akan zat auksin yang mendorong pembesaran sel. Gula pasir/jawa mengandung unsur hara yang baik untuk pertumbuhan.

4. Perawatan

  • Sebelum Anda menyusun baglog, sebaiknya kertas penutup dibuka.
  • Kemudian, diamkan baglog ini dalam keadaan terbuka sekitar 5 hari. Sesudah itu, Anda dapat memotong baglog untuk membuat ruangnya menjadi lebih luas. Biarkan baglog tersebut dalam keadaan tiga hari tanpa perlu disiram.
  • Gunakanlah spray untuk menyiram agar keluar kabut air bukan tetesan.
  • Semakin bagus siraman kabut air maka pertumbuhan jamur tiram akan berpotensi lebih baik.
  • Proses penyiraman ini bisa Anda lakukan selama 2-3 hari sekali.
  • Akan tetapi, proses tersebut harus Anda lakukan berdasarkan kelembaban kumbung meliput suhu dan kondisinya.
  • Dengan begitu, jamur tiram akan tumbuh secara normal.

5. Waktu Panen

Jamur tiram dapat Anda panen jika kondisi baglog telah ditumbuhi oleh Miselium secara sempurna.

Selain itu, pastikan juga bahwa pertumbuhan jamur sudah cukup besar dan mekar serta ujungnya nampak seperti mahkota bunga berwarna putih.

  • Idealnya, proses panen ini dapat Anda lakukan dua minggu setelah peletakkan baglog di rak jamur.
  • Apabila Anda melakukan perawatan sesuai petunjuk, maka potensi panen baglog jamur tiram bisa mencapai 5-8 kali.
  • Setiap 1 kg baglog biasanya menghasilkan 0,4-0,8 kg jamur tiram.

Usahakan Anda memanen jamur sebelum tudungnya pecah. Ketika Anda melakukan panen jamur saat tudung sudah pecah, maka warnanya akan menjadi kuning kecoklatan sehingga mudah layu.


6. Proses Pemasaran

Tujuan Anda melakukan budidaya jamur tiram adalah untuk mendapatkan keuntungan. Langkah selanjutnya, yakni pemasaran jamur tiram.

  • Proses pemasaran yang dilakukan tidak harus menyetornya ke pasar. Anda juga bisa menjadi pemasok utama beberapa pemilik usaha kuliner berbahan dasar jamur.
  • Selain itu, jika Anda kreatif maka bahan ini bisa diolah menjadi hidangan yang khas dan lezat.

Dalam memaksimalkan peluang usaha jamur tiram, Anda juga harus sering bergaul dengan para petani yang sudah sukses.

Aspek penting pemasaran yang harus diperhatikan yaitu pengepakan agar jamur tidak layu.


Saat ini, bisnis jamur tiram termasuk ke dalam kategori usaha yang menjanjikan.

Kondisi ini tidak terlepas dari tingginya permintaan pasar karena masyarakat semakin menggemari hidangan berbahan dasar jamur tiram.

Apabila Anda memiliki cukup modal, maka peluang usaha jamur tiram ini tentu dapat dicoba.

Teknisnya bisa Anda pelajari disini: Cara Budidaya Jamur Tiram.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *