Cara menanam sawi hidroponik ini bisa dilakukan di rumah! Berikut panduan dari ✓ persiapan ✓ penyemaian ✓ penanaman ✓ perawatan → ✓ panen.


Sawi atau Brassica Juncea adalah salah satu jenis sayuran hijau yang mudah tumbuh.

Ada 2 cara yang dapat Anda terapkan untuk membudidayakan tanaman sawi. Pertama, Anda bisa menanam sawi dengan cara konvensional. Cara konvensional biasanya membutuhkan lahan yang luas dan subur.

Sementara itu, cara budidaya tanaman sawi dengan teknik hidroponik bisa dilakukan dengan media tanam lain. Misalnya, arang sekam maupun serabut kelapa.

Cara Menanam Sawi Hidroponik

cara menanam sawi hidroponik
cara menanam sawi hidroponik

Metode hidroponik sendiri memiliki kelebihan tersendiri dibanding metode konvensional di antaranya sebagai berikut.

  • Hemat lahan.
  • Bisa dilakukan sepanjang tahun.
  • Produksi tanaman yang lebih tinggi.
  • Bebas hama dan penyakit.
  • Lebih mudah dan praktis.
  • Ramah lingkungan.

0. Karakteristik Sawi

  • Sawi memiliki akar serabut yang menyebar ke segala arah. Perakarannya dangkal, hanya sekitar 5 cm.
  • Tumbuh baik pada media tanam yang gembur, subur, dan mudah menyerap air.
  • Tumbuh baik bahkan pada cuaca dengan curah hujan tinggi, namun jaga tanah dari air yang menggenang.
  • Sawi dapat tumbuh baik di dataran rendah di seluruh wilayah Indonesia.

1. Penyemaian

Beberapa karakteristik benih yang bagus, yakni sehat, indukannya berkualitas, tidak sakit apalagi cacat dan tingkat pertumbuhannya baik.

Penyemaian Sawi di Rockwool

media-tanam-hidroponik-rockwoll
  • Pertama, persiapkanlah rockwool sebagai media tanam. Potong rockwool berbentuk menyerupai dadu. Sementara untuk ukurannya, Anda dapat menyesuaikan dengan netpot.
  • Selanjutnya, taruh rockwool pada nampan atau baki.
  • Siram rockwool dengan air bersih.
  • Lalu, buatlah lubang tanam pada rockwool dan masukan benih sawi ke dalamnya.
  • Letakan rockwool di tempat yang gelap agar proses perkecambahannya berlangsung cepat.
  • Sesudah berkecambah, taruhlah benih pada lokasi yang memiliki intensitas cahaya matahari cukup supaya terhindar dari etiolasi.

Penyemaian Sawi di Polybag

  • Siapkan wadah berupa polybag dengan ukuran 15 cm.
  • Masukkan tanah yang dicampur pupuk kompos. Anda juga bisa menggunakan pupuk kandang.
  • Bibit ditanam kurang lebih sedalam 2-5 cm.
  • Siram secara rutin pada pagi dan petang. Pastikan air yang diberikan tidak terlalu banyak sampai tergenang.
  • Semaian dapat digunakan setelah 3-4 pekan, saat batang kokoh dan daun mulai muncul 4-5 helai.
  • Sebagai alternatif dari metode di atas, anda dapat menggunakan metode rockwool. Metode tersebut membuat pekerjaan menjadi lebih ringkas dan lahan yang digunakan lebih sedikit.
  • Lalu dilakukan beberapa persiapan sebelum menanam sawi. Di antaranya sebagai berikut.
  • Siapkan wadah tanam. Dapat berupa polybag, pot, atau pun bahan daur ulang lainnya. Ukuran dapat menyesuaikan.
  • Dibuat lubang untuk sirkulasi air seukuran jari, jangan terlalu besar. Apabila anda menanam lebih dari satu benih, buat lubang sebanyak benih yang ditanam.
  • Pada wadah ditambahkan media penyalur air atau sumbu yang panjang hingga keluar dari lubang.
    Media penyalur air dapat menggunakan kapas padat, kain flanel, atau barang sejenis.
  • Tambahkan media hidroponik pada wadah. Media hidroponik yang dapat digunakan antara lain arang sekam, serbuk kelapa, tanah campuran, dan bahan-bahan sejenis.
  • Sumbu disambungkan pada sumber air.
    Anda dapat menggunakan wadah air tambahan yang diletakkan di bawah wadah penanaman atau menggunakan media lain seperti pipa yang dialiri air. Pastikan penyalur air menyentuh air dan media hidroponik agar air dapat naik meresap.

Anda dapat menggunakan metode dalam gambar di atas baik secara langsung maupun modifikasinya menggunakan alat dan bahan lainnya.

2. Penanaman

Setelah proses penyemaian dan sawi telah berkecamnah, maka Anda bisa segera memindahkan sawi ke media tanam.

Setelah mendapatkan semaian dan wadah berisi medium tanam hidroponik, anda dapat melakukan penanaman dan perawatan pada tanaman sawi sebagai berikut:

  • Isi wadah air dengan air yang telah dicampur dengan nutrisi AB Mix. Takarannya sesuai dengan instruksi pada bagian belakang kemasan AB Mix.
  • Pindahkan semaian ke dalam media hidroponik. Tanam dengan kedalaman kurang lebih sedalam 2 cm.
  • Letakkan pada tempat dengan sinar matahari yang cukup.
  • Anda tidak perlu menyiram tanaman dengan metode ini.
    Namun jika anda ingin memberi nutrisi berupa pupuk, anda dapat menyemprotkan nutrisi tambahan pada medium hidroponik sekali dalam sehari.

Menggunakan metode hidroponik di rumah, anda tidak perlu khawatir mengenai penyakit tanaman. Namun pastikan anda menjaga tanaman anda dari hama seperti serangga.

Jika perlu, anda bisa menyemprotkan insektisida setiap beberapa hari sekali.

3. Nutrisi Sawi Hidroponik

Proses pemberian nutrisi pada tanaman sawi harus Anda lakukan secara teliti dan tepat. Tujuannya adalah agar hasil panen sawi yang Anda peroleh menjadi maksimal.

Salah satu jenis nutrisi yang dapat Anda berikan adalah AB Mix.

  • Tahapan pemberian nutrisi pada tanaman sawi usia minggu pertama sampai terakhir tentu membutuhkan dosis yang berbeda-beda.
  • Pada minggu pertama, berikanlah nutrisi AB Mix dengan dosis sebesar 500 ppm.
  • Kemudian, ketika tanaman sawi memasuki minggu kedua, naikkan dosis nutrisi AB Mix menjadi 700 ppm.
  • Pada minggu ketiga, dosis nutrisi yang harus Anda berikan adalah 900 ppm.
  • Setelah memasuki minggu terakhir, maksimalkan pemberian nutrisi pada tanaman sawi menjadi 1.200 ppm.

4. Pemeliharaan

Ketika menanam sawi dengan teknik hidroponik umumnya terdapat 3 jenis pemeliharaan yang harus Anda lakukan.

  • Pertama, pemberian nutrisi apabila larutan nutrisi dalam pipa peralon sudah berkurang seiring dengan pertumbuhan tanaman sawi.
  • Kedua, pengontrolan gulma dan hama yang tumbuh di sekitar tanaman. Cara kedua ini bisa Anda lakukan secara rutin setiap tiga hari sekali.
  • Ketiga, lakukan penyulaman terhadap tanaman sawi yang mati dan juga kerdil. Tujuan penyulaman adalah untuk mencegah penularan penyakit ke tanaman lainnya.
  • Proses penyulaman dapat Anda lakukan dengan mencabut tanaman sawi yang kerdil maupun mati.
  • Selanjutnya, Anda dapat mengisi lubang tanam tersebut tanaman sawi yang baru dengan daya tumbuh tinggi.

Selain ketiga cara di atas, Anda dapat melakukan pemeliharaan sawi dengan cara lain.

  • Pertama, perhatikan komponen penting pendukung pertumbuhan tanaman ini. Misalnya, jumlah air, pH tanah dan kebutuhan akan sinar matahari.
  • Selain itu, Anda juga harus rutin memberikan pupuk agar sawi tumbuh subur dan normal. Pergunakan juga pH meter agar nutrisi yang diukur benar-benar valid.

5. Tahap Panen

hidroponik sawi

Setelah proses yang cukup mudah dalam perawatan menggunakan metode hidroponik, anda dapat melakukan proses panen dengan panduan sebagai berikut.

Sawi dapat dipanen sekitar 3 bulan setelah ditanam.

Ada beberapa cara memanen tanaman sawi.

  • Mencabut dengan akarnya
  • Memotong batang.
  • Memetik daun.

Metode memetik daun dapat memudahkan anda sehingga tidak perlu mengulangi rangkaian penanaman dari awal karena sawi akan tumbuh lagi.

Anda dapat menggunakan tangan atau alat bantu berupa pisau atau gunting untuk memanen. Lalu, sawi siap dikemas atau langsung dikonsumsi.


Demikianlah tips singkat dan sederhana cara menanam sawi.

Untuk panduan dasar mengenai hidroponik Anda bisa pelajari disini: Hidroponik.

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *