Mulai hidup sehat dari berkebun di rumah. Pelajari cara menanam sayuran hidroponik disini, pembahasan lengkap dari ✓ tanam hingga ✓ panen.


Cara ini begitu diminati masyarakat karena dianggap praktis. Metodenya memang tidak memerlukan media tanah dan lahan yang luas sehingga kita bisa menanam sayuran dimana pun tempatnya.

Selain itu, media tanam yang dibutuhkan juga relatif mudah didapatkan dan harganya terjangkau. Misalnya, rockwoll, mulai 10ribuan sudah bisa didapatkan.

Menarik, ya untuk segera dicoba.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Konsep Menanam Sayuran dengan Hidroponik

sayuran hidroponik

Dalam menenam sayuran dengan metode hidroponik ada satu hal yang harus Anda ketahui, yakni terdapat 2 jenis sayuran. Kedua jenis sayuran ini adalah sayuran daun dan sayuran buah.

Perlakukan dalam proses menggunakan metode hidroponik nantinya kedua sayuran ini cukup berbeda, terutama pada metode penyemaian dan nutrisi.

Sayuran Daun & Sayuran Buah
Contoh dari sayuran daun, misalnya bayam, kangkong, pak choy, selada, seledri dan sawi.

Sementara itu, sayuran yang termasuk sayuran buah, seperti tomat, terong, cabe, timun, pare, dan sebagainya.

Sebaiknya untuk pemula mulai dari yang mana?

Mungkin dari pembaca budidaya.id ada yang mempertanyakan hal ini. Saran dari kami adalah mulailah dari sayuran daun terlebih dahulu.

Mengapa?

Selain lebih mudah dan pertumbuhannya realtif cepat, pengendalian hama & penyakit juga lebih sedikit disbanding sayuran buah.

Lalu, setelah mendapatkan dasar teknik dan pola menanam dengan hidroponik barulah Anda melanjutkan percobaan untuk sayuran buah.

4 Tahap Menanam Hidroponik
  • Penyemaian Bibit
  • Pemindahan ke Sistem Hidroponik
  • Pembesaran
  • dan Panen

1. Penyemaian Bibit Sayuran Hidroponik

rockwool hidroponik
Illustrasi: domeguysmauritius.com

Tahap pertama, yakni penyemaian bibit pada media tanam. Media tanam yang paling umum digunakan untuk skala rumahan maupun industry adalah rockwool.

Singkatnya, rockwool ibaratkan tanah. Pada rockwool itulah bibit kita taruh untuk berkembang hingga masa panen tiba.

Rockwool Sayuran Hidroponik
Rockwool / Tokopedia.com / Adana Nursery / Rp 3.400

Adapun langkah yang harus dilakukan, sebagai berikut:

Siapkanlah alat dan bahan yang dibutuhkan ini, diantaranya:

  1. Baki/nampan besar
  2. Baki/nampan yang lebih kecil
  3. Kain flannel seukuran baki/nampan yang lebih kecil
  4. Rockwool
  5. Gergaji besi
  6. Bibit sayuran
  7. Air

Kemudian, setelah alat dan bahan terkumpul ikutilah panduan penyemaian bibit berikut ini:

  • Langkah pertama, potonglah rockwoll dengan tebal sekitar 2,5cm. Lalu, irislah (dengan gergaji) rockwool tersebut menjadi 12-18 bagian. Ukuran masing-masing sekitar 2,5 x 2,5 x 2,5 cm (seperti gambar).
  • Setelah itu, lubangi rockwool dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi sekitar 1 cm. Pada lubang inilah bibit sayuran nantinya kita masukan.
  • Masukkan bibit sayuran pada lubang yang telah dibuat. Tiap lubangnya diisi 1 bibit saja. Khusus untuk kangkong, tiap bagian rockwool bisa dilubangi 6-8 lubang.
  • Langkah berikutnya, ambil nampan besar. Lalu, taruh nampan yang lebih kecil dengan telungkup di atas nampan besar.
  • Kemudian, lapisi nampan yang lebih kecil dengan kain flannel hingga kain menyentuh dasar dari nampan yang besar.
  • Taruhlah rockwool tersebut di atas kain flanel.
  • Basahi rockwool dengan air biasa hingga lembab (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering).
  • Kemudian, isilah ¾ nampan yang besar dengan air. Air pada nampan ini digunakan sebagai cadangan agar rockwool tetap lembab.
  • Nantinya, air akan mengalir dari kain flannel ke rockwool. Hal inilah yang membuat rockwool tetap dalam kondisi lembab.
  • Untuk sayuran daun, tempatkan di bawah sinar matahari.
  • Sementara itu, sayuran buah, tempatkan di tempat yang gelap dan tutup dengan plastic hitam. Setelah 2 hari, pindahkan ke bawah sinar matahari.

Untuk informasi, mengapa sayuran buah diletakkan di tempat yang gelap? Hal ini supaya proses perkecambahan dari bibit lebih cepat.

Pada proses penyemaian ini, harap diperhatikan kondisi dari penyemaian bibit setiap harinya (pagi atau sore hari) guna memastikan bahwa rockwool tetap dalam kondisi lembab.

Kapankah hasil dari penyemaian dipindahkan pada sistem hidroponik?

Secara umum, sayuran bisa dipindahkan pada sistem hidroponik apabila telah terdapat tunas sejati (daunnya sudah lebih dari 2).

  • Saat daunnya telah mencapai 3 atau 4 inilah saat untuk memindahkan pada sistem hidroponik.

Bila dikalkulasikan untuk tiap sayuran memiliki waktu yang berbeda untuk dipindahkan pada sistem hidroponik:

  • Sawi: 8-10 hari
  • Seledri: 20 hari
  • Kangkung: 10 hari
  • Bayam: 7 hari

Pada masa menunggu tumbuhnya tunas sejati sebaiknya Anda langsung mempersiapkan sistem hidroponiknya.


2. Pemindahan Hasil Penyemaian ke Sistem Hidroponik

Setelah tanaman (sayuran) memiliki tunas ke-3/ke-4 saatnya memindahkan pada sistem hidroponik.

Untuk pemula, sistem hidroponik yang cocok diterapkan, yakni sistem wick atau sistem DFT. Sejauh ini, sistem wick memang lebih favorit.

Berikut ini adalah panduang sederhana membuat sistem hidroponiknya.

Sistem Wick Sayuran Hidroponik

Sistem Wick Hidroponik
Tokopedia.com / G – Farm / Rp 88.000

Sistem wick bisa Anda buat seperti gambar di atas. Selain itu, saat ini di toko online juga telah banyak toko-toko yang menyediakan hidroponik kit siap pakai.

Harganya pun relatif murah.

Untuk sistem hidroponik (wick system) seperti gambar di atas alat dan bahan yang dibutuhkan, yakni:

  1. Baki 1 buah
  2. Plastik impra yang telah dilubangi (bila menggunakan baki)
  3. Netpot
  4. Kain flannel sebagai sumbu

Namun, Anda bisa pula membuat wick system dengan model lain. Bahannya cukup dengan botol mineral 1 literpun sistem wick bisa.

Cara pembuatannya sebagai berikut ini:

  • Pertama, potonglah botol plastik menjadi dua bagian. Usahakan agar bagian bawah botol memiliki panjang 4 cm.
  • Berilah lubang-lubang kecil pada bagian bawah botol. Irislah bagian atas tutup botol plastik dan buatlah lubang dengan diameter sepanjang 1 cm.
  • Beri lubang pada bagian atas di sebelah leher botol dengan diameter 1 cm.
  • Berikan juga lubang yang sama pada bagian bawah botol. Selanjutnya, Anda bisa memasukkan kain flanel agar peyerapan nutrisi menjadi efektif.
  • Kemudian, tuangkan nutrisi hidroponik yang telah Anda persiapkan melalui bagian bawah botol. Usahakan agar pemberian nutrisi tidak melebihi kapasitas lubang agar tidak berkurang banyak.
  • Tutuplah bagian atas botol dengan menggunakan kain flanel.
  • Masukkan juga kain flanel pada bagian bawah botol secara terbalik.
  • Dengan demikian, tanaman sayuran akan mendapatkan nutrisi secara optimal.
Apa dan bagaimanakah fungsi dari kain flannel?
Kain flannel tersebut dimasukkin pada sisi bawah netpot sehingga air dapat naik ke atas menyentuh akar.

Fungsi dari kain flannel pada sistem wick sebagai sumbu supaya tanaman mendapatkan suplai nutrisi.

Sistem DFT Sayuran Hidroponik

sistem-hidroponik-DFT

Konsep dari sistem DFT, yakni nutrisi dialirkan dengan konsep genangan yang ada pada pipa.

Nutrisi ini juga akan terus mengalir dikarenakan terdapat pompa air yang terhubung dengan bak penampungan.

Inilah bentuk dari sistem DFT.

Sistem NFT Sayuran Hidroponik

sistem-hidroponik-NFT
  • Siapkan terlebih dahulu beberapa pipa dan pompa.
  • Berilah lubang pada pipa sesuai ukuran panjangnya. Usahakan jarak antar lubang sama. Susunlah pipa yang akan digunakan sebagai media tanam.
  • Pasanglah pompa agar aliran air nutrisi menjadi maksimal. Usahakan agar bibit sayuran tidak ditanam terlalu dalam.
  • Tujuannya agar pertumbuhannya optimal karena nutrisi, oksigen dan air tercukupi.

Setelah sistem hidroponik selesai dibuat, langkah berikutnya adalah memisahkan bagian-bagian rockwool dan memindahkannya pada sistem hidroponik.

  • Langkah berikutnya, adalah pemberian air nutrisi pada bak penampungan sistem hidroponik.
bibit-tomat-hidroponik
  • Campurkanlah nutrisi AB Mix dengan porsi yang setara hingga didapatkan kepekatan aur nutrisi sebesar 800 ppm. Angka ini bisa didapatkan dengan menguji menggunakan TDS meter.
TDS Meter
Tokopedia.com / Miracle Official Store / Rp 22.000
  • Namun, bila tidak terdapat TDS meter maka biasanya komposisi 5 ml A dan 5 ml B untuk 1 liter air biasa.

3. Pembesaran Sayuran Hidroponik

Pada tahap pembesaran perhatikanlah kondisi dari instalasi sistem hidroponik, diantaranya:

  1. Nilai kepekatan air nutrisi (800 ppm)
  2. Kebersihan bak penampungan
  3. Sirkulasi air
  4. Kelancaran pipa
  5. Jumlah air nutrisi

  • Kepekatan air nutrisi adalah hal yang harus diperhatikan secara Lakukanlah pengecekan nilai ppm air nutrisi setiap harinya, bisa pagi atau sore hari.
  • Kemudian, mengenai kebersihan bak penampungan atau baki. Apabila telah berlumut dan berkerak maka bersihkan dan ganti air nutrisi dengan yang baru.
  • Nah, bagi yang menggunakan sistem selain wick (sumbu) sirkulasi air pada tandon/pipa dan selang juga diperhatikan karena hal ini rawan macet atau tersumbat.
  • Selain pengecekan instalasi hidroponik, lihat pula bagaimana perkembangan dari sayuran. Apakah ada yang busuk, kerdil, atau mati. Hal ini dikarenakan sayuran cukup rentan terhadap penyakit.

4. Panen Sayuran Hidroponik

cara menanam hidroponik

Terdapat beberapa jenis sayuran yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik. Proses penanaman sayuran tersebut tentu membutuhkan cara yang berbeda-beda.

Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk memanen sayuran hidroponik juga tidak sama.

Selain itu, cepat lambatnya proses pemanenan juga dipengaruhi oleh varietas bibit sayuran.

Umumnya sayuran hidroponik dapat dipanen mulai dari hari ke-27 hingga hari ke-80 sejak penyemaian dilakukan.

  • Sawi: 40 HSS
  • Bayam: 21 HSS
  • Kangkung: 21 HSS
  • Pakcoy: 30 HSS
  • Selada: 30 HSS
  • Daun bawang: 80 HSS
  • Terong: 70 HSS
  • Cabe: 65 HSS
  • Tomat: 65 HSS. Selanjutnya, dapat dipanen berkala 5 hari sekali.
  • Brokoli: 55-100 HSS

Nah, untuk kangkung dan bayam uniknya panen bisa dilakukan hingga 3 kali. Hal ini dikarenakan batang dari sayuran tersebut dapat tumbuh tunas yang baru.

Catatan: HSS merupakan singkatan dari har


Demikianlah pembahasan mengenai cara menanam hidroponik sayuran.

Yuk, pelajari konsep dasar hidroponik disini: Hidroponik.

Semoga bermanfaat, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *