Nah, ini dia panduan menanam selada hidroponik, materinya: ✓ cara tanam ✓ nutrisi ✓ pengendalian hama ✓ penyemaian hingga ✓ panen. Yuk, lihat panduannya.


Apakah tanaman selada bisa tumbuh di dataran rendah bahkan menengah? Jawabannya adalah bisa.

Hal ini dikarenakan seiring dengan berkembangnya teknologi pertanian semakin banyak cara untuk budidaya selada. Salah satu cara yang dapat Anda terapkan adalah menanam selada dengan teknik hidroponik.

Cara Menanam Selada Hidroponik

hidroponik selada

Budidaya selada bisa Anda lakukan dengan teknik hidroponik. Teknik ini cocok bagi Anda yang tidak mempunyai pekarangan luas.

Umumnya, ada 4 tahap yang perlu diperhatikan, yaitu penyemaian, penanaman, perawatan dan panen.

1. Persiapan Benih

bibit selada hidroponik
Tokopedia.com / Multi Agrisana / Rp 15.000

Pemilihan bibit:

Ada beberapa benih selada varietas terbaik yang direkomendasikan untuk Anda.

Diantaranya Grand Rapids yaitu benih selada yang baik untuk ditanam pada dataran rendah, menengah dan tinggi.

Selain itu, masih ada benih selada iceberg yang juga cocok ditanam di berbagai kondisi ketinggian.

Jika Anda menginginkan benih untuk dataran menengah dan rendah, maka pilih saja Kriebo.


2. Penyemaian

Ambillah beberapa benih untuk disemai. Hal ini tergantung kapasitas produksi Anda.

Pada contoh kali ini kita akan menanam sekitar 30an bibit. Oleh karena itu, pada penyemaian dilebihkan sekitar 40an.

Alat dan bahan penyemaian selada hidroponik yang dibutuhkan, sebagai berikut:

  • Wadah/mangkuk berukuran sekitar 10 x 10 cm.
  • Nampan/baki/tray semai
  • Rockwool
  • Tusuk gigi
  • Pinset
  • Air
  • Bibit selada
rockwool-cabe-hidroponik
Bukalapak.com / JJ Hidroponik / Rp 2.700

Tahapannya sebagai berikut:

  • Pertama, ambil wadah/mangkuk kecil.
  • Kedua, isi wadah/mangkuk tersebut dengan air biasa (air sumur, air tanah, atau air AC) sebanyak 3/4.
  • Ketiga, masukkan bibit-bibit selada ke dalam wadah/mangkuk berisi air tersebut.
  • Tunggu hingga 12-24 jam.
  • Setelah 12-24 jam bibit akan pecah (sprout).
  • Keempat, ambil dan iris rockwool dengan ukuran sekitar 2,5 x 2,5 x 2,5 cm dan lubangi sekitar 1cm menggunakan tusuk gigi (seperti gambar).
  • Kelima, letakkan rockwool pada baki. Lalu, masukkan bibit-bibit tersebut pada rockwool.
  • Keenam, basahi rockwool dengan air biasa (air sumur, air tanah, atau air AC) dalam kondisi lembab, tidak terlalu basah maupun kering.
  • Ketujuh, taruh di tempat yang terkena paparan sinar matahari.
  • Tunggu hingga bibit tersebut berkembang dan memiliki daun lebih dari 3. Biasanya tahapan ini berlangsung selama 10 hari.
    • Umur 3 HSS (hari setelah semai) daun akan mulai tampak.
    • Umur 7 HSS tunas sejati atau daun ke-3 mulai tumbuh.
    • Umur 10 HSS selada siap untuk dipindahtanamkan.

Hal yang perlu untuk diperhatikan pada proses penyemaian adalah keadaan air pada baki dan kelembapan rockwool. Bila kurang lembab maka tambahkan air.

Setelah 10 hari, bagaimana bila dari bibit-bibit yang ada tidak tumbuh sebagaimana bibit yang lainnya?

Untuk kasus ini, Anda cukup memindahtanamkan selada-selada yang telah memiliki daun lebih dari 2.

Bila ada yang kurang sebaiknya tidak dipindahtanamkan, eliminasi saja (dibuang). Hal ini bisa saja bibit tersebut tidak sebagus lainnya.


3. Persiapan Sistem Hidroponik

Selama 10 hari menjelang bibit dipindahtanamkan, disamping memperhatikan kelembapan rockwool, Anda bisa mulai membuat instalasi sistem hidroponik.

Sistem hidroponik untuk selada yang biasanya digunakan oleh petani hidroponik adalah NFT (Nutrient Film Technique).

Sistem NFT

sistem-hidroponik-NFT
greenandvibrant.com

Untuk pembuatan sistem NFT selengkapnya akan kami bahas pada konten berikutnya.

Sistem Wick

Namun, untuk permulaan sistem ini lumayan banyak mengeluarkan modal. Sebagai alternatifnya, Anda bisa mencoba menanam hidroponik menggunakan sistem wick.

sistem sumbu hidroponik
Bukalapak.com / Waroeng Hidroponik / Rp 45.000

Alat dan bahan untuk pembuatan sistem wick seperti gambar di atas, yakni:

  • Baki
  • Plastik impra
  • Netpot
  • Kain flanel sebagai sumbu (warna hijau)
  • Cutter

Untuk pembuatan sistem wick ini selengkapnya akan kami bahas pada konten berikutnya.

Saat ini di toko online juga telah banyak yang menjual sistem hidroponik siap pakai dengan harga yang lumayan murah.

Sistem Wick yang Lebih Sederhana

Selain itu, Anda bisa pula membuat sistem wick hidroponik yang lebih sederhana dengan modal botol mineral. Ini panduannya:

  • Potong botol air mineral menjadi 2 bagian.
  • Iris sisi botol untuk memasukkan sumbu (kain flanel) di kanan maupun kiri..
  • Setelah bagian atas botol diiris maka tumpuk kedua bagian botol tersebut dimana tutupnya diarahkan ke bawah.
    Jadi, setelah ditumpuk nanti susunan botol menyerupai corong yang dimasukan ke gelas.
  • Selesai.

4. Pemindahan ke Sistem Hidroponik

cara menanam hidroponik di netpot
greenandvibrant.com

Setela mencapai usia 10 hari, saatnya pemindahan ke sistem hidorponik yang sebelumnya telah kita buat (wick/NFT/DFT).

  • Pisahkan masing-masing rockwool.
  • Masukkan rockwool tersebut pada netpot atau gelas mineral bila menggunakan sistem wick yang lebih sederhana.
  • Untuk sistem wick, pastikan bahwak rockwool menyentuh kain flanel.
  • Isi bak sistem hidroponik dengan air nutrisi 500 ppm.
    Jumlah ini setara dengan 2,5 liter nutrisi A dan B serta 1 liter air.
    Nilai ini dipertahankan hinga 12 HST (hari setelah tanam atau pemindahan ke sistem hidroponik).
  • Setelah 12 HST naikkan kadar kepekatan menjadi 1000 ppm.
  • Setelah memasuki 20 HST naikkan kadar kepekatan menjadi 1200 ppm. Nilai ini tetap hingga masa panen tiba.

5. Pembesaran dan Perawatan

Selada hidroponik
Photo by Jatuphon Buraphon from Pexels

Lakukanlah pengecekan setiap harinya atau 2 hari sekali. Pengecekan biasanya meliputi, pengecekan kadar ppm air nutrisi, kebersihan bak nutrisi, dan pertumbuhan dari akar.

Anda cukup memperhatikan perkembangan fisik tanaman dan memastikan nutrisinya tercukupi. Sebagai contoh, jika ada daun yang gugur atau menguning, Anda bisa memotongnya.

Tujuannya adalah agar penyakit tersebut tidak menjalar ke bagian tanaman lainnya.


6. Waktu Panen

hidroponik-DFT

Tiga puluh hingga 40 hari setelah tanam maka masa panen tiba. Waktu yang Anda tunggu-tunggu untuk menikmati hasil kerja keras menanam selada.

Bagaimana bila proses panen melewati masa 30-40 HST?

Biasanya, ini akan menyebabkan rasa dari selada pahit.


7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Selada merupakan tanaman yang rentan terserang hama dan berbagai penyakit lainnya.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka dapat menyebabkan pertumbuhannya terganggu bahkan bisa berakibat kematian.

Cara termudah untuk mengendalikan hama dan penyakit adalah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati.


Demikianlah ulasan mengenai proses dalam budidaya (cara menanam) hidroponik selasa.

Bila masih bingung mengenai cara menanam hidroponik, ada baiknya pelajari dasar teknik hidroponik disini: Hidroponik.

Semoga bermanfaat dan dapat dipraktikkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *