Pelajari cara menanam seledri hidroponik untuk pemula di 2019, mulai dari ✓ semai ✓ nutrisi ✓ pengendalian hama hingga ✓ panen. Yuk, lihat panduannya.


Teknik hidroponik sangat cocok untuk penanaman seledri di dataran rendah. Karena kebutuhan akan air, nutrisi dan juga pengaruh faktor eksternal dapat dikontrol.

Menariknay budidaya seledri dengan menerapkan teknik hidroponik merupakan opsi alternatif bagi Anda yang tidak memiliki lahan luas.

Tentunya hal ini cocok untuk pertanian di daerah perkotaan, biasa disebut urban farming.

Yaps, hanya di rumah Anda sudah bisa berkebun 😊😊.
Yuk, lihat panduannya.

Cara Menanam Seledri Hidroponik

0. Gambaran Umum Menanam Seledri Hidroponik

Secara umum, terdapat beberapa tahapan penting dalam menanam seledri.

Bila Anda telah membaca postingan cara menanam hidroponik selain seledri pada blog budidaya.id ini secara keseluruhan tidak ada bedanya untuk tiap tahapan langkah-langkah.

Hanya saja, perbedaan akan tampak pada indikator-indikator masing-masing tanaman. Misalnya, waktu panen, kadar kepekatan nutrisi (ppm), atau keasaman (pH).

Nah, perlu untuk diketahui bahwa pada panduan ini kita akan menggunakan rockwool sebagai media tanam penyemaiannya.

Apa pilihan yang cocok untuk pemula?

Sementara untuk sistem hidroponik, Anda dapat menggunakan sistem yang menurut Anda mudah.

Bila masih pemula tentunya sistem sumbu (wick system) adalah pilihan yang tepat.

Sistem lainnya yang bisa Anda coba, seperti NFT, DFT, atau rakit apung. Berikut tahapan-tahapannya menenam seledri hidroponik.


1. Penyemaian Bibit

Langkah pertama adalah penyemaian bibit pada media tanam. Dalam hal ini kita menggunakan rockwool.

rockwool-cabe-hidroponik
Bukalapak.com / JJ Hidroponik / Rp 2.700

Untuk memperoleh bibit seledri, Anda bisa membelinya di toko-toko pertanian terdekat.

Setelah bibit dan rockwool didapat maka ikutilah langkah berikut ini:

  • Potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm. Namun, tidak sampai putus. (Seperti gambar).
  • Lubangi rockwool dengan tusuk gigi/lidi sekitar 1 cm.
  • Lubang ini berfungsi sebagai tempat bibit ditaruh.
  • Taruhlah 2-3 bibit untuk tiap lubanganya.
  • Setelah seluruh lubang rockwool diisi oleh bibit maka basahi rockwool dengan air (air hujan, air AC, atau air tanah).
  • Tempatkan rockwool di daerah yang ada cahaya matahari yang cukup.
  • Lakukan pengecekan kelembapan rockwool setiap harinya. Apabila mulai tampak mengering maka berilah air. Rockwool harus dipertahankan supaya tetap lembab.
  • Disamping mengecek kelembapan dari rockwool, perhatikan pula mengenai jumlah tunas yang muncul.
    Bila tunas sejati (daun ke-3/ke-4) telah muncul maka seledri siap dipindahkan pada sistem hidroponik.
  • Umumnya, tunas sejati tersebut tumbuh pada hari ke-20an.

Bila dibandingkan dengan sayuran daun lainnya, seledri termasuk pada sayuran daun yang lama bisa untuk dipanen, sekitar 3 bulan setelah hari tanam (SHT).


2. Persiapan Media Tanam

sistem wick hidroponik
Tokopedia.com / G – Farm / Rp 88.000

Dalam 20 hari sambil menunggu bibit seledri memiliki tunas sejati, Anda bisa mulai mengangsur membuat sistem hidroponiknya.

Sebagaimana yang telah disinggung di awal, sistem hidroponik seperti wick system cocok untuk pemula. Namun, sistem lainnya juga direkomendasikan, seperti NFT/DFT.

Untuk penggunaan sistem wick, berikut tahapan umumnya:

Alat dan bahan yang Anda butuhkan:

  • Netpot.
  • Styrofoam.
  • Kain flaenel.
  • Baki atau wadah.
  • Cutter.
  • Gunting.

Tahapan pembuatan sistem wick.

  • Pertama, potong styromoan seukuran dengan baki. Nantinya styrofoam tersebut akan menjadi tutup dari baki.
  • Kedua, buat lubang pada styrofoam dengan diameter sama dengan diameter dari netpot. Berikan jarak antar lubangnya sekitar 10cm.
  • Ketiga, potong kain flanel memanjang. Ukuran sekitar 15 x 2cm atau hingga kain flanel menyentuh dasar baki x 2cm. Kain flanel ini nantinya sebagai jalur masuk nutrisi pada akar seledri.
  • Keempat, sisipkan kain flanel pada bagian bawah netpot.
  • Sistem hidroponik siap digunakan.

Sementara itu, untuk penggunaan sistem NFT/DFT akan kami buat konten khususnya beberapa waktu lagi. Tetap ikuti perkembangan budidaya.id terus, ya.

… ah, bikinnya ribet.

Nah, bila Anda tidak memiliki waktu untuk membuat sistem sendiri atau susah dalam pengaplikasiannya Anda dapat membeli sistem yang telah berbentuk jadi.

Di marketplace, harga dari sistem hidroponik mulai dari 60ribuan.


3. Pemindahan ke Sistem Hidroponik

sistem-hidroponik-sumbu
greenandvibrant.com

Setelah tunas sejati (daun ke-3/ke-4) dari seledri muncul, inilah saatnya memindahkan seledri mungil ke sistem hidroponik disertai dengan air nutrisi.

Tahapan pemindahannya sebagai berikut:

  • Pertama, isilah bak nutrisi atau wadah dari sistem hidroponik dengan air nutrisi AB MIX 1260 hingga 1680 ppm. Nilai ppm semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur dari tanaman seledri.
  • Kedua, pisahkan masing-masing rockwool lalu masukkan pada netpot yang telah terdapat kain flanel di bawahnya.
  • Ketiga, taruh netpot tersebut pada styrofoam sistem hidroponik.
  • Keeempat, lakukan hingga seluruh rockwool pindah ke sistem hidroponik.
  • Kelima, tempatkan di tempat yang terkena sinar matahari.

4. Perawatan dan Nutrisi

Mungkin Anda bertanya: bila tidak menggunakan tanah, bagaimanakah cara tanaman mendapatkan unsur hara?

Inilah fungsi dari air nutrisi yang kita atur ppm-nya (1260-1680). Air nutrisi pada wadah inilah sebagai alternatif dari unsur hara tanaman. Pengukuran bisa dilakukan menggunakan TDS meter.

TDS-Meter
Tokopedia.com / Miracle Official Store / Rp 22.000

Akar-akar akan tumbuh dengan nutrisi AB Mix yang telah kita larutkan dengan air.

Agar tanaman hidroponik dapat dipanen, lakukanlah perawatan setiap harinya untuk mengecek nilai nutrisi yang ada pada wadah/bak nutrisi.

Permasalahan pada Bak Nutrisi
Beberapa permasalahan dalam bak nutrisi yang biasa terjadi, seperti lumut, air berkurang, kepekatan air nutrisi berkurang, atau kotor.

Bila terdapat lumut yang cukup banyak, Anda diharuskan untuk menguras air lalu membersihkan lumut tersebut.

Lalu, bila air berkurang maka tambah dan hitung kembali nilai dari ppmnya.

Tahapan perawatan dan pemberian nutrisi seledri hidroponik sebagai berikut:

  • Tambahkan nutrisi siap pakai yang disesuaikan dengan umur tanaman seledri. Umumnya, seledri yang berumur 1-14 HST berikan 1200 ppm.
  • Sementara, jika umurnya 15-28 HST berikan 1500 ppm.
  • Apabila tanaman seledri hidroponik sudah berumur 29 hari dan hampir memasuki masa panen, berikanlah nutrisi sebanyak 1680 ppm. BIla mendekati 1700 ppm tidak masalah.
  • Agar khasiatnya lebih efektif, Anda bisa melakukan sirkulasi nutrisi tersebut dengan menggunakan pompa air.
  • Lakukanlah pemantauan setiap harinya, misal pada pagi atau sore hari.

Catatan: HST adalah Hari Setelah Tanam, terhitung setelah Anda memindahkan seledri mungil ke sistem hidroponik.


5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Kriteria tanaman seledri yang sehat adalah terbebas dari hama dan penyakit serta residu bahan kimia.

Agar kesehatana tanaman seledri tetap terjaga, maka Anda harus proaktif dalam melakukan pengendalian hama dan penyakit.

Menangani hama secara langsung:

Caranya yaitu dengan memungut langsung hama yang menyerang tanaman seledri.

Kemudian, Anda juga bisa menyingkirkan tanaman yang sakit agar penyakitnya tidak menular.

Penyemprotan:

Selain itu, penyemprotan menggunakan pestisida nabati juga bermanfaat untuk meminimalisir resiko terkena hama dan penyakit pada tanaman seledri.

Dalam budidaya seledri, Anda tetap bisa menggunakan pupuk kimia untuk mengatasi masalah hama dan penyakit selama dosis pemakaiannya normal.


7. Waktu Panen

seledri hidropnik setelah panen
Wikipedia.com

Tanaman seledri hidroponik dapat dipanen setelah memasuki masa tanam 1-1,5 bulan. Proses pemanenan bisa Anda lakukan secara berulang setiap 5-6 hari sekali.

  • Langkah memanen seledri relatif mudah, dimana Anda hanya perlu mencabut tanaman dari netpot.
  • Selanjutnya, cuci bersih netpot dan pipa peralon agar dapat digunakan untuk budidaya lagi.

Menariknya, tanaman seledri yang telah dipanen dapat dibudidayakan lagi tanpa harus menyemai kembali.

Caranya bagaimana?

  • Pertama, keluarkan seledri dari netpot.
  • Pisahkan tunas-tunas seledri dengan akarnya.
  • Jepitkan tunas tersebut pada rockwool.
  • Masukkan rockwool pada sistem hidroponik.
  • Langkah berikutnya Anda tinggal mengikuti dari tahapan ke-3 (Pemindahan ke Sistem Hidroponik) di atas.
  • Selesai.

Budidaya seledri memang mendatangkan beberapa manfaat bagi diri Anda.

Selain mencukupi kebutuhan sayuran seledri sehari-hari, budidaya tanaman ini juga bisa mendatangkan keuntungan.

Anda bisa menjual seledri di pasar dengan harga Rp 20.000-Rp 25.000 per Kg.


Semoga pembahasan mengenai budidaya seledri hidroponik ini bermanfaat dan dapat segera dipraktikkan ya.

Informasi lain mengenai hidroponik bisa Anda temukan disini: Hidroponik.

Tetap ikuti perkembangan budidaya.id. Kami berkomitmen untuk  menyajikan konten lebih baik lagi dan kedepannya akan diupdate secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *