Belajar budidaya ternak lele disini cocok untuk pemula. Mulai dari ✓ pembangunan kolam ✓ pemilihan bibit ✓ pembesaran ✓ pemijahan ✓ panen.


Permintaan yang cukup tinggi pada ikan lele merupakan peluang yang bagus bagi Anda untuk membudidayakannya.

Salah satu keuntungannya, yakni di lahan terbatas pun ikan lele dapat tumbuh, misalnya di pekarangan rumah.

Bagaimanakah caranya?

Ini panduannya:


Karakteristik Ikan Lele

cara budidaya ikan lele
Gambar oleh Deedster dari Pixabay

Walaupun terlihat mudah dan menguntungkan bukan berarti budidaya ikan lele tidak perlu perhatian khusus.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya mengenai karakteristik ikan lele, ini diantaranya:

1. Kanibal

Ketika kekurangan makanan, ikan lele cenderung akan memakan teman sejenisnya. Jika merasa lapar, ikan besar akan memangsa ikan yang lebih kecil.

2. Omnivora (Cenderung Karnivora)

IKan lele pada saat dalam kondisi benih memakan protozoa, kurstace, fitoplankton, dan rotifera. Beranjak dewasa lele lebih memilih memakan udang, bekicot, cacing, ikan, atau larva insekta.

Tak jarang pula lele memakan jasad hewan yang telah membusuk bahkan lele lainnya yang berukuran lebih kecil (ketika makanan lain sudah tidak tersedia).

3. Nokturnal

Terutama saat pemberian pakan, hal ini harus diperhatikan.

Hewan nocturnal umumnya aktif pada malam hari. Jadi, pemberian pakan sebaiknya dioptimalkan pada sore dan malam hari.

Meskipun demikian, kebiasaan lele makan di malam hari dapat dilatih untuk lele yang dibudidayakan.


Cara Budidaya Ikan Lele

1. Pembuatan Kolam

kolam bundar budidaya lele
news.detik.com/berita-jawa-tengah

Terdapat 3 jenis kolam yang biasanya digunakan untuk budidaya lele, yakni beton, terpal, dan tanah.

Secara umum tak jauh berbeda dari pembuatan kolam untuk ikan yang lainnya. Untuk permulaan Anda bisa mengoptimalkan luas yang ada saja.

Bagaimanakah bentuk kolam pemeliharan lele yang baik?

Saat ini telah banyak pembudidaya lele membangun kolam dengan bentuk bundar karena hasil lebih bagus dan cocok di lahan sempit.

Kolam bundar dengan diameter 3 m, tinggi 1 meter, dan ketinggian air 90 cm mampu menampung hingga 3000 ikan lele.

Modal untuk membuat kolam ini sekitar 1,7 juta rupiah, sebagaimana yang dilansir pada detik.com.

Kolam Beton

  • Sejumlah keunggulan ketika memilih bentuk kolam tembok untuk budidaya ikan lele diantaranya lebih awet karena tingkat kebocoran sangat kecil.
  • Selain itu lebih mudah dalam pengontrolan air dan lebih hemat. Ikan juga tidak berbau lumpur seperti budidaya di kolam tanah.
  • Hanya saja, pembuatan kolam yang lebih mahal dibanding kolam terpal atau tanah.

Kolam Terpal

  • Kelebihan dari kolam terpal adalah biaya yang murah ketika membuat kolam, ikan tidak berbau lumpur dan mudah dibersihkan.
  • Sedangkan kelemahannya, kolam terpal mudah rusak dan bocor, masa pakai yang tidak bisa lama.

Kolam Tanah

  • Kelebihan dari kolam tanah untuk budidaya ikan lele adalah suhu kolam yang relative stabil, karena menyerupai habitat asli ikan tersebut.
  • Selain itu, jika diolah dengan benar, kolam tanah dapat memberikan makanan lele berupa mikroorganisme dan planton.
  • Namun kelemahannya, kolam tanah memerlukan cukup banyak air terutama ketika musim kemarau tiba.

2. Pemilihan Benih

Dalam budidaya lele, terdapat 2 metode yang bisa Anda lakukan terkait benih.

Membeli benih jadi atau melahirkan benih-benih melalui proses pemijahan.

  • Untuk mendapatkan benih ikan lele siap tebar, Anda dapat membeli di pusat peternakan lele di sekitar.
  • Ukuran sekitar 8-12 cm.
  • Nah, benih unggul biasanya ditandai dengan keaktifan dari lele yang gesit.Sedangkan, proses pemijahan merupakan proses mengawinkan antara lele jantan dengan lele betina. Pemijahan ini akan kita bahas lebih di bagian bawah ini.

3. Penebaran Benih Ikan Lele

Setelah kolam dan benih ada, saatnya penebaran benih.

  • Biasanya saat pembelian benih disertai dengan kantong plastik dan air.
  • Hal yang perlu diperhatikan, yakni biarkan benih lele di dalam plastik tersebut. Cukup letakkan lele beserta kantong plastik di air kolam yang baru.
  • Proses ini dinamakan aklimatisasi, supaya lele tidak stress saat dipindahkan pada kolam barunya.
  • Biarkanlah kantong plastik tersebut sekitar 15-20 menit.
  • Lalu, buka kantong plastik secara perlahan untuk memasukkan udara dan mulai campurkan air di kantong plastik dengan air di kolam.
  • Miringkan plastik secara perlahan hingga benih lele pindah pada kolam barunya.
  • Idealnya, unutk ukuran benih yang telah lebih dari 8 cm kepadatannya 200-400 ekor per meter kuadrat dengan tinggi sekitar 120 cm.

4. Pemeliharaan Benih

cara budidaya lele 2019
Gambar oleh Albert Dezetter dari Pixabay

Adapun pemeliharan dari ikan lele berupa kebersihan dari kolam dan pemberian pakan.

  • Berilah pakan pelet dengan kadar protein 30 hingga 32% sebanyak 3-5 kali sehari.
  • Alternatif lain, Anda bisa pula memberikan pilihan makanan lain, spserti limbah makanan, ayam tiren, bekicot, atau cacing.

5. Pemilihan Induk & Pemijahan

Setelah benih mulai besar dan siap konsumsi. Anda bisa melakukan pemijahan atau perkawinan untuk melahirkan benih-benih baru.

Persiapan Pemijahan

  • Siapkan kolam khusus pemijahan yang telah dibersihkan sehingga tidak ada ikan liar ataupun bibit penyakit. Sertakan kakaban (tempat untuk ikan bertelur) pada kolam tersebut.
  • Tangkap lele jantan dan betina dengan panjang sekitar 20 cm, berat badan 150-200 g, dan umur 1 tahun.
  • Lele jantan ditandai dengan tubung langsing dan kelamin yang memanjang.
  • Sementara betina, ditandai dengan perut lebih buncit serta kelamin yang bulat. Alat kelamin ini bisa Anda lihat di bagian bawah perut ikan.

Proses Pemijahan

  • Pindahkan lele jantan dan betina tersebut pada kolam khusus pemijahan. Sebaiknya pada sore hari.
  • Setelah beradabtasi, lele jantan akan mengejar lele betina. Lele betina nantinya akan mengeluarkan telur-telurnya di atas kakaban.
  • Lalu, lele jantan menyemprotkan cairan spermanya di atas telur untuk membuahi.
  • Setelah kakaban penuh dengan telur, pindahkan induknya pada kolam lain.
  • Tunggu hingga 24-36 jam hingga telur tersebut menetas.
  • Biarkanlah larva lele tersebut pada kolam tersebut. Setelah memasuki hari ke-4, larva lele tersebut diberi pakan, mislanya cacing sutera, artemia, atau kuning telur.
  • Setelah menginjak usia 13 hari, larva lele bisa diberi pakan buatan.

Setelah benih-benih mulai tumbuh besar hingga berukuran 8-12 cm. Benih siap dipindahkan pada kolam pembesaran.


6. Panen

Ada beberapa langkah dalam memanen lele. Lele memiliki semacam cupang pada kedua pinggir mulutnya.

Ketika memanen, apabila tidak hati-hati bagian tersebut bisa melukai tangan. Berikut cara memanen lele.

1. Lakukan Sortir Ukuran

  • Penyortiran dilakukan seminggu sebelum panen.
  • Ikan lele yang siap panen memiliki ukuran yang sudah sesuai. Pada umumnya per kilogram, jumlahnya telah mencapai 9-12 ekor.
  • Ukuran itu dicapai dalam tempo 2,5 hingga 3,5 bulan dari benih berukuran 5 – 7 cm.

2. Susutkan Air Kolam

Saat akan panen, susutkan terlebih dahulu air kolam.

Kurangi volume air hingga mencapai seukuran betis atau lebih rendah lebih baik.


3. Pemindahan ke Bak Penampungan

  • Lele dipindahkan ke bak penampungan.
  • Usahakan bak penampungan terbuat dari bahan keras dan tidak mudah penyok.
  • Hal ini karena akan berpengaruh terhadap lele ketika dipindahkan.

4. Lele Tidak Diberi Pakan Sehari Sebelum Panen

Ini juga perlu diperhatikan.

Sebaiknya lele tidak diberi pakan 24 jam sebelum dipanen. Hal ini mengurangi kemungkinan ikan lele buang kotoran saat diangkut ketika panen.


5. Metode Lain

Selain dengan menyusutkan air kolam terlebih dahulu, metode lain yang bisa dipilih untuk memanen lele adalah dengan dipancing dan dijala.

Selain itu dengan menggunakan jala. Cara ini dilakukan ketika kolam budidaya yang dipakai terlalu luas dan tidak mungkin disusutkan dengan cepat.


Itulah uraian tentang budidaya lele.

Semoga bermanfaat dan buidaya Anda berjalan dengan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *