Panduan budidaya ikan nila ini cocok untuk pemula. Pembahasannya mulai dari ✓ membuat kolam ✓ pemilihan benih ✓ nutrisi hingga ✓ cara panen. Yuk, belajar!


Selain bergizi dan kaya akan protein & omega, budidaya ikan nila cukup mudah. Cocok untuk Anda yang baru belajar budidaya di bidang perikanan.

Sebagaimana yang kita tahu, permintaan ikan ini sendiri pun tidak pernah sepi, baik di restoran maupun untuk kebutuhan keluarga.

Melihat dari potensi tersebut peluang yang bagus bagi Anda untuk memulai usaha di bidang ini.

Berikut adalah panduan dasarnya:

Pengenalan Ikan Nila

ikan nila
Gambar oleh Bishnu Sarangi dari Pixabay

Ikan nila atau yang bernama latin Tilapia nilatica ini memiliki badan pipih ke atas dan memanjang. Bila dibandingkan dengan ikan mujair badan ikan nila relatif lebih tebal.

Sebagaimana yang kita tahu bahwa ikan nilai merupakan ikan air tawar. Biasanya hidup di sungai atau danau.

Meskipun demikian, biasanya ikan nila mudah kita temukan di perkembangbiakannya, yakni kolam.

1. Karakteristik

Ikan nila dewasa memiliki panjang sekitar 30 cm. Terdapat sirip di punggung, sisi dan duburnya.

  • Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan dengan belang di sisinya. Ekor bergaris-garis tegak, 7-12 buah.
  • Setelah berat badannya mencapai 50 gram, dapat diketahui perbedaan antara jantan dan betina.
  • Ikan nila jantan memiliki 2 lubang pengeluaran. Masing-masing untuk anus dan urgodenital (urine dan sperma).
  • Sementara ikan nila betina memiliki 3 lubang pengeluaran. Masing-masing untuk anus, urine, dan genital.

2. Pakan

Pakan ikan nila, yakni daun talas, kangkung, dedak, sisa nasi, lumut, azolla, ampas kelapa, artemia, kutu air, sisa sayuran, sisa roti, tepung bekicot atau tepung keong mas, maggot, tepung ikan rucah, tepung cacing, wolffia, lemna sp, plankton atau fitoplankton dan pelet ikan.


3. Perkembangbiakan

Di habitat aslinya, ikan nilai mulai memijah (melepaskan telur dan sperma untuk pembuahan) sejak berumur 4 bulan dengan ukuran panjang badan sekitar 9,5 cm dan berat 15g.

Pemijahan ini dapat berganti sepanjang waktu dengan interval kematangan telur sekitar 2 bulan. Namun, interval ini bisa diperpendek dengan pemberian pakan bernutrisi.

  • Secara singkat, pada proses perkembangbiakannya, ikan jantan akan membuat sarang pada lubang di dasar perairan lunak.
  • Sementara induk betina akan mengeluarkan telur, lalu dibuahi oleh jantan, dan induk betina menyimpan telur tersebut di mulutnya (mouth breeder).

Pembahasan perkembang biakan akan dibahas lebih lengkap di poin pemeliharaan induk dan pemijahan..


Cara Budidaya Ikan Nila

cara budidaya ikan nila
wikipedia.com

Bagi yang ingin mencoba peruntungan dari ikan nila, maka tentunya ada beberapa langkah yang harus dilalui.

Dari mulai persiapan hingga panen ikan nila itu sendiri. Adapun langkah-langkah untuk budidaya ikan nila antara lain sebagai berikut.

1. Pembuatan Kolam

Hal pertama yang harus dilakukan jika ingin budidaya ikan nila adalah membuat kolam.

Untuk pembudidayaan berbasis untuk usaha, ada beberapa kolam yang sebaiknya dibangun, yakni:

  1. Kolam indukan
  2. Kolam pemijahan
  3. Kolam penetasan
  4. Kolam pendederan
  5. Kolam pembesaran

Namun, apabila budget terbatas Anda bisa membangun mulai dari satu atau dua kolam terlebih dahulu, yakni kolam pembesaran dan pemijahan.

bisa terbuat dari beton, terpal, atau tanah.

Hanya saja, pada artikel ini jenis kolam yang akan dibahas adalah kolam ikan tanah. Sedangkan kolam ikan jenis lainnya akan dibahas pad artikel berikutnya.

Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut:

1) Membuat Galian Kolam

Buatlah galian kolam lalu keringkan dengan membiarkannya terjemur sekitar 3 sampai 7 hari atau sampai tekstur tanah terlihat retak-retak, namun tidak sampai mengeras seperti batu.

Usahakan membuat ketinggian kolam minimal 30 cm dari permukaan air. Hal tersebut agar benih ikan tidak loncat atau kabur dari kolam. Setelah itu bajaklah tanah dengan cara mencangkul.

Tanah yang dicangkul antara 10 cm permukaannya saja. Jika ditemukan kotoran berupa plastik, kerikil, dan yang lainnya maka jangan lupa untuk dibersihkan.

2) Menebar Pupuk Pada Kolam Yang Belum Berisi Air

Setelah itu langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah pemberian pupuk. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan nutrisi pada tanah serta biota air maupun tanaman air.

Sehingga nantinya akan menjadi pakan alami yang bisa dimakan oleh ikan nila. Pakan tersebut bisa berupa pupuk organik untuk dasarnya seperti pupuk kandang atau bisa juga dengan kompos.

Takarannya sendiri berkisar antara 1 sampai 2 ton per hektarnya.

Sebarkan pupuk pada kolam serta diamkan selama 1 minggu. Jika dirasa pemberian pupuk kurang maka bisa ditambahkan pupuk jenis urea 50 sampai 70 kg/ha serta TSP 25 sampai 30 kg/ha setelah biarkan 1 sampai 2 hari.

3) Masukkan Air Pada Kolam

Setelah kolam selesai diberi pupuk, maka langkah terakhir adalah memasukkan air pada kolam. Lakukanlah secara bertahap yakni dari ketinggian 10 sampai 20 cm dan biarkan 3 sampai 5 hari.

Hal tersebut bertujuan agar sinar matahari mencapai dasar kolam serta memberi kesempatan ekosistem air terbentuk yakni seperti tumbuhan tanaman air dan biota yang lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan menambah air sampai ketinggian 60 atau 75 cm.

Beberapa keuntungan bila budidaya ikan nila dengan kolam tanah, yakni biaya lebih murah dan tersedia pakan alami yang banyak untuk membantu pertumbuhan ikan dengan cepat.

Adapun kelemahannya sendiri antara lain kolam tanah dapat bocor seperti kolam terpal serta kesulitan untuk mengontrol air.

Lebih Baik Kolam Beton atau Kolam Terpal?

  • Kelebihan jika budidaya dilakukan di kolam beton, yakni lebih awet, tidak mudah bocor, tahan terhadap tekanan air, serta mudah mengontrol air.
  • Hanya saja untuk kolam beton mengeluarkan biaya yang mahal, pakan alami tidak bisa sebanyak kolam tanah, serta proses penguraian alami sulit terjadi.
  • Sedangkan kolam terpal sendiri sangat cocok bagi daerah yang kurang akan air dan mempuyai lahan yang sempit.
  • Keuntungan lain dari kolam terpal, suhu air cendrung stabil, ikan hasil panen tidak berbau lumpur, cara memanen ikan lebih mudah, pengolahan lebih praktis dan cepat, serta kelangsungan hidup ikan jauh lebih tinggi.
  • Adapun kekurangan jika budidaya ikan di terpal antara lain kolam terpal rawan bocor, mudah lapuk karena air hujan dan sengatan matahari, tidak awet, pertumbuhan ikan tidak secepat di kolam tanah, serta airnya lebih cepat bau.

2. Memilih Benih Ikan Nila

cara budidaya ikan nila 2019
Tokopedia.com / Adull Farm / Rp 500

Selanjutnya jika ingin budidaya ikan nila hal yang harus dilakukan adalah memilih ikan nila yang berkualitas.

Ada dua pilihan dalam memilih benih ikan nila, yakni monosex dan campuran.

Monosex

Monosex adalah kelamin tunggal. Artinya, dalam budidaya nantinya kita hanya menggunakan satu jenis kelamin ikan saja. Biasanya di kalangan peternak menggunakan jenis ikan nila jantan.

Lah? Bagaimana cara untuk mengembangbiakannya?

Anda harus membeli benih ini di tiap membudidayakannya atau mengalokasikan mana benih yang akan dilakukan jantanisasi dan mana yang tidak.

Alasan banyak peternak ikan nila menggunakan monosex adalah pertumbuhan yang lebih cepat dibanding campuran. Ikan nila jantan pertumbuhannya bisa mencapai 30-50% lebih cepat dibanding dengan ikan nila yang berkelamin betina.

Ikan betina yang harus kawin dan bertelur dapat menghambat pertumbuhannya. Inilah alasan mengapa ukurannya juga lebih kecil dan pertumbuhan yang lama.

Dengan monosex diharapkan akan mendapatkan hasil yang maksimal saat panen nanti.

Bagaimana memilah benih jantan dan mana yang betina?

Sulitnya memilih benih mana yang jantan dan mana yang betina memunculkan tindakan jantanisasi.

Tindakan ini dilakukan supaya benih-benih menjadi jantan semuanya (monosex).

Bagaimana caranya?

Caranya dengan pemberian hormon testosteron pada benih selama perkembangan dari larva hingga umur 28 hari.

Tindakan ini akan membuat benih akan menjadi jantan semua dengan persentase kesuksesan 80-95%.

Campuran

Benih campuran artinya tidak terdapat proses jantanisasi sebagaimana pembahasan di atas. Benih campuran ini diharapkan nantinya dapat berkembang biak melahirkan benih-benih baru.


3. Penebaran Benih Ikan Nila

Setelah membuat kolam dan memilih benih ikan yang berkualitas maka langkah selanjtunya adalah penebaran benih ikan.

Pada umumnya per meter persegi kolam bisa diisi 15 sampai 20 ekor ikan dengan asumsi per ekornya seberat 10 sampai 20 gram dan bisa dipanen dengan bobot ikan sebesar 300 gram per ekornya.

Namun hal yang perlu diingat sebelum penebaran benih dilakukan, maka harus melakukan adaptasi terlebih dahulu terhadap benih ikan.

Meskipun ikan nila merupakan jenis ikan yang mudah beradaptasi namun melakukan pengadaptasian ini perlu dilakukan agar tingkat kematian ikan saat pembenihan bisa terminimalisir.

Cara Pengadaptasian

Adapun cara untuk mengadaptasinya sendiri bisa dilakukan dengan cara memasukan benih kedalam wadah yang berisi air dari kolam.

  • Biarkan selama beberapa jam, setelah itu miringkan wadah tersebut sampai ikan benar-benar keluar dan terjun ke kolam dengan sendirinya.
  • Dengan begitu maka benih ikan pun sudah siap untuk diedarkan.

4. Pemeliharaan Benih

Jika pembenihan sudah dilakukan, maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah pemeliharaan ikan.

Dalam pemeliharaan ikan sendiri ada beberapa hal yang harus dipelihara diantaranya adalah pengelolaan air serta pemberian pakan.

  • Untuk mengelola air sendiri perhatikanlah air dari kolam. Usahakanlah air di dalam kolam kaya akan kandungan oksigen dan kandungan ph nya tidak berubah.
  • Selain itu perhatikan juga kadar NH3, CP2, dan H2S pada air kolam. Jika kadar oksigen dalam kolam mulai menurun maka perderaslah sirkulasi air dengan memperbesar debit air.
  • Sedangkan jika air mulai berbau busuk, maka kemungkinan air mengandung NH3 dan H2S maka segeralah ganti air dengan yang baru.
  • Untuk pemberian pakan sendiri berilah pakan sebanyak 3% dari bobot tubuh ikan setiap harinya.
  • Berilah pakan sebanyak dua kali di pagi dan sore hari. Selain itu ukurlah berat badan ikan dengan menggunakan sampel satu ekor ikan setiap minggunya.

Dengan mengukur ikan, maka bisa menyesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan kepada ikan pada hari-hari selanjutnya.


5. Pemilihan Induk & Pemijahan

Pemilihan Induk

Untuk benih yang menerapkan teknik campuran, tahap 5 dilakukan guna pemijahan dan melahirkan benih-benih baru.

Tahapannya, yakni:

  • Pilih ikan dengan bobot lebih dari 100g per ekornya.
  • Bedakan ikan nila jantan dan betina. Anda dapat mengidentifikasi dari ciri-ciri kelamin sekundernya.
  • Jantan memiliki dagu kemerahan atau kehitaman sedangkan betina tampak berwarna putih.
  • Cara lain dapat Anda identifikasi dari lubang di bagian perut bawah. Betina memiliki tiga lubang pengeluaran sedangkan jantan hanya dua lubang pengeluaran.

Pemijahan

  • Kemudian, pindahkan indukan ke kolam pemijahan satu per satu dengan perbandingan 1:3-5.
  • Satu jantan untuk tiga hingga lima betina. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi persaingan antar jantan dalam mengawini nila betina.
  • Setelah adaptasi, nila jantan akan membuat lubang sebagai sarang pemijahan.
  • Betina akan mengeluarkan telur sementara jantan akan menyemprotkan cairan sperma pada telur tersebut.
  • Kemudian, nila betina kembali mengisap telur tersebut untuk dierami di dalam mulutnya. Hal ini pula yang menyebabkan nilai disebut mouth breeder.
  • Setelah dierami. Nila jantan akan pergi dan membuahi nila betina yang lainnya.
  • Biasanya proses dari pembuahan betina oleh jantan ditandai dari ikan yang saling kejar-kejaran.
  • Induk betina akan mengerami dan membesarkan anak-anaknya hingga 2-3 minggu.
  • Setelah benih tumbuh besar dan bisa mencari makan sendiri, benih siap dipindahkan pada kolam pendederan (kembali ke langkah 2).

6. Panen

panen ikan nila
Gambar oleh Sirawich Rungsimanop dari Pixabay

Untuk ikan nila yang tidak indukan, Anda dapat memanennya.

Rata-rata untuk pasar domestic berkisar 300 sampai 500 gram/ekornya. Untuk mencapai ukuran ini memerlukan waktu sekitar 4 hingga 6 bulan.

Sedangkan untuk ukuran 10 sampai 20 gram hanya memerlukan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan saja.


Harga Pasaran Ikan Nila Saat Ini

Untuk harga pasaran ikan nila saat ini di daerah Pekanbaru, Bengkulu, Kalsel, Jambi, Bali, Aceh, Palembang, Banjarmasin, Jatiluhur, Manado, Lombok, Madiun, Garut, Kediri, dan Cirata berkisar diantara Rp. 22.000/kg.

Sedangkan untuk daerah Padang dan Lampug berkisar antara Rp. 24.000/kg.

Untuk daerah Jawa Timur, Malang, Balikpapan, Jakarta, Semarang, Makassar, Bali, Jawa Barat, Pontianak, Kota Samarinda, Bogor, Superindo, Batam, dan Bandung berkisar diantara Rp. 25.000/kg.

Harga tersebut bisa saja berubah tergantung dari cuaca dari daerah masing-masing tersebut.


Dengan mengetahui cara budidaya dan beberapa informasi tersebut, bagi yang ingin mencari peruntungan dari ikan nila tentunya sangat membantu sekali bukan.

Semoga bermanfaat, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *