Di artikel ini akan saya bahas cara budidaya jamur merang lengkap. Mulai dari ✓ pembuatan kumbung, ✓ media tanam, ✓ nutrisi, hingga ✓ cara mengatasi penyakit.


Jamur merang merupakan salah satu spesies jamur pangan yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Hal tersebut dikarenakan jamur merang merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan protein dan vitamin.

Budidaya jamur jenis ini biasanya menggunakan media jerami atau merang. Yuk, kita bahas di panduan budidaya jamur merang berikut ini:


Apa itu Jamur Merang?

Jamur merang atau Volvariella Volvacea. Dalam bahasa lainnya, misalnya bahasa Aceh jamur ini sering disebut kulat jumpung.

Budidaya jamur merang tidaklah sulit, karena hanya menggunakan media tanam jerami atau merang saja.

Ciri-cirinya:

  • Jamur merang yang masih muda berbentuk bulat telur dan berwarna coklat gelap dan dilindungi oleh tudung.
  • Saat sudah dewasa, tudung akan mengembang seperti cawan, berwarna coklat keabu-abuan, dan memiliki batang berwarna coklat muda.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara jamur merang dan jamur tiram:

  • Media tanam jamur merang adalah jerami dan merang, sedangkan media tanam jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu dan ampas kopi.
  • Daya tahan jamur merang segar adalah 1 hari pada suhu ruang, sedangkan jamur tiram mempunyai daya tahan sampai 3 hari pada suhu ruang.
  • Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur merang adalah diatas 25 derajat celcius, sedangkan untuk suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur tiram adalah 25 derajat celcius.
  • Warna dari tubuh buah jamur merang adalah cokelat tua, sedangkan warna dari tubuh buah jamur tiram adalah putih hingga krem.

Itu tadi merupakan beberapa perbedaan antara jamur merang dan jamur tiram.


Cara Budidaya Jamur Merang

Nah, kabar baiknya jamur merang ini sangat mudah untuk dibudidayakan di daerah yang memiliki iklim tropis seperti di Indonesia.

Untuk yang penasaran bagaimana cara budidaya jamur merang berikut panduan budidayanya:


1. Pembuatan Kumbung Atau Tempat Budidaya Jamur

Perlu diketahui bahwa rumah jamur sering disebut dengan istiah kumbung. Rumah jamur atau kumbung inilah yang nantinya akan mengatur suhu dan kelembapan pada jamur merang.

Bahan kumbung:

  • Bahan untuk pembuatan kumbung biasanya menggunakan besi atau bambu dan dilengkapi dengan dinding yang terbuat dari plastik.
  • Jika memiliki dana yang cukup, seseorang dapat membuat kumbung yang bersifat permanen.

Ukuran kumbung:

  • Kumbung yang digunakan untuk budidaya jamur merang adalah kumbung yang memiliki ukuran tinggi 2,5 meter dan luas kali panjang 4x6m2.
  • Untuk bagian ruangan yang memiliki suhu dingin, alangkah baiknya untuk dilapisi dengan stirofoam. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga suhu ruang agar tetap hangat.
  • Dalam kumbung jamur merang tersebut memiliki 2 baris rak dan rak tersebut terdiri dari 3 sampai 5 tingkatan.
  • Rak yang dapat digunakan dalam budidaya jamur merang dapat terbuat dari besi maupun dari bambu.

Pengoptimalan kumbung:

  • Perlu diketahui bahwa pada setiap kumbung harus ada electric blower yang berguna untuk mengalirkan udara.
  • Selain itu sediakan juga alat pemanas ruangan dan juga lampu yang bertujuan untuk menjaga ruangan kumbung agar tetap hangat.
  • Suhu yang diperlukan dalam budidaya jamur merang adalah 32 sampai 34 derajat celcius.

2. Pembibitan Jamur Merang

Sebelum melakukan pembibitan jamur merang, alangkah baiknya untuk memilih terlebih dahulu bibit-bibit yang bagus.

Berikut adalah beberapa cara agar dapat memilih bibit jamur merang yang bagus dan berkualitas:

  • Belilah bibit jamur merang di tepat yang sudah terpercaya menjual bibit-bibit unggul. Alangkah baiknya untuk membeli bibit langsung ke produsen bibit, jangan beli di reseller atau tengkulak bibit jamur.
  • Hindarilah pembelian bibit jamur dalam jumlah yang besar, belilah seperlunya saja.
  • Pilihlah bibit jamur yang dipenuhi dengan miselium yang berwarna putih dan tebal.
  • Jika membeli bibit namun tidak langsung digunakan, alangkah baiknya untuk disimpan di tempat yang hangat, karena jika di tempat yang dingin, maka miselium akan rusak atau mati.

Itu tadi merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan dalam memilih bibit jamur merang yang bagus dan berkualitas.

Dengan menggunakan bibit yang bagus dan berkualitas, tentunya jamur merang akan tumbuh dengan baik dan tentunya sangat menguntungkan.


3. Persiapan Media Tanam

Media tanam yang dapat digunakan untuk pembibitan jamur merang adalah jerami, bekatul, dolomit, kapas dan onggok.

Namun media tanam yang sering diguakan oleh masyarakat untuk budidaya jamur merang adalah jerami dan onggok.

Berikut merupakan cara dalam penyusunan jerami untuk media tanam jamur merang:

  • Susunlah jerami dengan ketinggian sekitar 15 cm, kemudian siramlah dengan air secukupnya.
  • Setelah itu letakan tumpukan onggok diatas tumpukan jerami.
  • Kemudian tumpuk lagi dengan tumpukan jerami dan siram dengan air secukupnya.
  • Lanjutkan lagi dengan meletakan tumpukan onggok diatas tumpukan jerami tersebut.
  • Lakukan penyusunan tersebut sampai mencapai ketinggian sekitar 1,5 m, lebar 2,5 m dan panjang 4 m.
  • Tutuplah lapisan tersebut dengan plastik agar proses pengomposan cepat terjadi dengan sempurna.

Itu tadi merupakan beberapa cara untuk membuat media tanam jamur merang menggunakan jerami dan onggok.

Pembuatan media tanam ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena media tanam juga dapat berpenaruh dalam pertumbuhan jamur merang.


4. Proses Pembalikan Media Tanam

Supaya proses pengomposan media tanam dapat berjalan dengan baik maka harus melakukan tahap pembalikan.

  • Jika media tanam sudah dibiarkan selama 2 hari maka harus dilakukan proses pembalikan tahap pertama.
  • Setelah itu media tanam tersebut diamkan lagi selama 2 hari.
  • Jika sudah maka harus dilakukan pembalikan media tanam tahap kedua dan dibiarkan lagi selama 2 hari.
  • Lakukan pembalikan media tanam tahap ketiga dengan cara yang sama.
  • Perlu diketahui bahwa media tanam yang diproses dengan benar akan memiliki warna coklat tua kehitaman.

5. Memasukan Media Tanam Ke Dalam Kumbung

  • Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menyusun media tanam yang sudah jadi ke dalam rak.
  • Pada tingkatan rak paling bawah diberi media tanam yang tebal dan nantinya akan berangsur-angsur menipis pada tumpukan rak yang berada paling atas.
  • Kemudian, taburkan kapas diatas media tanam yang sudah disusun diatas rak.
  • Jika sudah menyusun media tanam, maka setelah itu tutup kembali kumbung dengan rapat.

6. Proses Penaburan Bibit

  • Untuk menjaga suhu didalam kumbung agar tetap terjaga adalah dengan menyiram lantai kumbung menggunakan air secukupnya.
  • Lalu, taburkan bibit jamur merang secara merata diatas media tanam.
  • Setelah selesai menabur bibit jamur, maka tutuplah pintu kumbung dengan rapat.

7. Perawatan Jamur Merang

  • Cara merawat jamur merang agar tumbuh dengan baik dengan selalu menutup kumbung dengan rapat agar suhu di dalam kumbung selalu terjaga.
  • Selain itu, lantai kumbung juga jangan sampai kering.
  • Siramlah lantai kumbung secara rutin dan teratur.
  • Untuk menjaga kelembapan media tanam, maka media tanam harus di semprot.
  • Dalam proses penyemprotan, usahakanlah air semprotan jangan sampai mengenai badan jamur. Lakukan penyemprotan tersebut secara rutin yakni sehari 2 kali.
  • Setelah itu laukanlah pembersihan dengan cara mencabut jamur-jamur pengganggu yang tumbuh diantara jamur merang.

8. Panen Jamur Merang

Jamur merang akan siap untuk dipanen saat menginjak usia 10 sampai 11 hari setelah penanaman.

Kriteria Jamur Siap Panen
  1. Jamur yang bagus dan layak untuk dipanen adalah jamur yang sudah memiliki tinggi 3 sampai 6 cm.
  2. Kuncupnya belum terbuka.

Alangkah baiknya untuk segera melakukan proses pemanenan karena jamur merang dapat tumbuh dengan cepat.

Hal yang perlu diingat dalam memanen jamur merang ini adalah jangan langsung mencabut jamur, tapi putarlah jamur tersebut secara perlahan.

Proses pemanenan jamur merang ini dimaulai dari  rak yang paling atas kemudian menyusul ke rak yang paling bawah.


Cara Pembibitan Jamur Merang

  • Pada masa pembibitan pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan jamur payung yang ada di peraian.
  • Kemudian irislah jamur payung tersebut lalu masukan ke dalam sebuah wadah.
  • Setelah itu siramlah jamur payung tersebut menggunakan air hangat.
  • Jika sudah disiram, masukan sekam dan abu ke dalam wadah yang berisi irisan jamur paying tersebut. Setelah itu masukan air secukupnya lalu diaduk dan biarkan selama 2 sampai 4 hari.
  • Jika sudah terlihat seperti benang-benang putih berarti pembibitan tersebut berhasil dan siap dibudidayakan ke dalam kumbung.

Kondisi Lingkungan Budidaya Jamur Merang

  • Jamur dapat dibudidayakan sepanjang tahun di dataran yang mempunyai tinggi 400 sampai 800 m diatas permukaan laut.
  • Lingkungan yang cocok untuk budidaya jamur merang harus memiliki suhu sekitar 28 derajat celcius.
  • Kelembapan yang dibutuhkan untuk pembentukan buah  adalah sekitar 90 sampai 94%.
  • Lingkungan kumbung yang gelap dapat mempercepat pertumbuhan miselium.

Nutrisi Jamur Merang

Dalam pertumbuhannya jamur merang membutuhkan nutrisi seperti karbon, vitamin, nitrogen dan mineral.

  • Sumber karbon sendiri berupa senyawa pectin, pati dan hemiselulosa.
  • Untuk sumber nitrogen berupa ammonia, asam amino dan juga urea.
  • Sedangkan untuk mineral bisa didapatkan dari air.

Penyakit yang Menyerang Jamur Merang & Cara Mengatasinya

Biasanya penyakit yang menyerang jamur merang berupa jamur-jamur pengganggu yang tumbuh di sekitar jamur merang.

Berikut adalah penyakit yang biasa menyerang jamur merang:

1. Coprinus SPP

Keberadaan jamur pengganggu ini dapat menunjukan kandungan ammonia substrat yang terlalu tinggi pada jamur merang.

Coprinus ini memiliki batang yang panjang dengan tudung berwarna hitam seperti tinta. Pertumbuhan coprinus ini sangat cepat sehinga para petani diharapkan untus selalu waspada.

Jika tubuh coprinus ini sudah mulai muncul, maka para petani sudah sangat terlambat untuk mengatasi penyakit ini.

Cara mengatasinya:

Jadi cara mengatasi penyakit ini adalah pada penanaman jamur merang berikutnya, petani harus mengurangi atau menurunkan kandungan ammonium pada substrat.


2. Wet Bubble

Penyakit ini disebabkan oleh spora Mycogyne Perniciosa yang diedarkan oleh serangga, lalat, ataupun aliran air.

Gejala yang timbul pada jamur merang saat terjangkiti penyakit ini adalah munculnya bubble basah.

Cara mengatasinya:

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan menggunakan fungisida yang berbahan aktif seperti karbendazin, benomil atau metil-tiosianat.


3. Paecilomyces Varioti

Fungi pathogen yang satu ini dapat bertahan di suhu yang panas di bawah 80 derajat celcius.

Biasanya pathogen ini menyerang kompos dan berbentuk seperti tepung berwarna putih.

Cara mengatasinya:

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan mengeluarkan kompos yang sudah terjangkiti dari dalam kumbung.


4. Cladobotryum Apilaticum

Biasanya Cladobotryum Apilaticum ini banyak terdapat di dalam tanah.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada jamur merang, jika kelembapan dalam kumbung terlalu tinggi. jamur akan lunak bahkan busuk jika terjangkiti penyakit ini.

Pencegahannya:

Cara mencegah penyakit ini adalah dengan membenamkan sepatu kedalam desinfektan sebelum dikenakan untuk memasuki kumbung.


5. Sibrina Fungicola

Penyakit ini dapat disebarkan oleh sisa-sisa organik.

Biasanya Sibrina Fungicola menyerang saat stadia primordial jamur terbentuk. Bentuk dari pathogen ini seperti tepung yang berwarna putih. Pathogen ini sering menyerang batang dan tudung.

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan selalu menjaga kebersihan.


Itulah pembahasan mengenai budidaya (cara menanam) jamur merang. Semoga bermanfaat.

Tetap ikuti budidaya.id untuk informasi update dan lanjutannya, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *