Peluang dan Tips Memulai Usaha Ayam Geprek

Bang Budi

Siapa yang tak tahu ayam geprek? Santapan khas Indonesia yang gurih ini populer masyarakat konsumsi, khususnya oleh para pecinta pedas. Bagaimana tidak? Dengan harga yang relatif murah, kita bisa menyantap ayam goreng tepung geprek dengan sambal khasnya yang memanjakan lidah.

Kepopuleran ayam geprek di kalangan masyarakat juga dapat kita lihat sebagai peluang untuk berbisnis, lho! Dengan modal yang tidak terlalu banyak, kita dapat membuka usaha ayam geprek yang menguntungkan.

Lalu, kira-kira seberapa besar peluang suksesnya usaha ayam geprek? Untuk mencari tahu jawabannya, mari kita simak penjelasan berikut.

Analisis Peluang Usaha Ayam Geprek

Sebagai hidangan yang memanfaatkan olahan daging ayam, usaha ayam geprek memiliki prospek yang cukup bagus di Indonesia. Hal ini karena daging ayam merupakan jenis daging yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia berdasarkan data pada OECD (2017).

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa tingkat konsumsi daging ayam ras di Indonesia sangatlah tinggi, yaitu mencapai 12,79 kg per kapita pada tahun 2020.

Kini kita telah mengetahui seberapa besar minat masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi daging ayam. Lalu, kira-kira seberapa tinggi minat masyarakat Indonesia khususnya dalam mengonsumsi ayam geprek?

Salah satu platform online food delivery di Indonesia menyatakan bahwa terdapat total pesanan ayam geprek sebanyak 300 juta porsi pada tahun 2019. Jika kita bagi rata, maka terdapat rata-rata sekitar lebih dari 800 ribu porsi ayam geprek yang dipesan dalam 1 hari saja.

Terdengar sangat menguntungkan bukan? Tapi tunggu dulu, data tersebut hanya menyebutkan tingkat konsumsi ayam geprek pada salah satu platform online food delivery saja.

Coba kamu bayangkan seberapa banyak total konsumsi ayam geprek di Indonesia dengan menambahkan jumlah tersebut dengan total pesanan ayam geprek di platform online food delivery lain, serta pesanan ayam geprek yang dilakukan secara offline.

Tak hanya itu, hidangan ayam geprek juga diprediksi akan tetap banyak peminat di tahun-tahun berikutnya, lho!

Mengetahui hal-hal tersebut, kini semakin terlihat bagaimana usaha ayam geprek merupakan suatu peluang bisnis menguntungkan yang tak boleh kamu lewatkan.

Untuk dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal, terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika memulai usaha ayam geprek. Mari kita cari tahu lebih lanjut mengenai tips memulai usaha ayam geprek pada pembahasan berikut.


Tips Memulai Usaha Ayam Geprek

Seperti memulai bisnis pada umumnya, kamu perlu merencanakan usaha ayam geprek dengan matang terlebih dahulu. Dengan demikian, maka proses bisnis akan berjalan dengan lebih terstruktur dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga dapat menghasilkan keuntungan maksimal.

Kamu dapat menerapkan beberapa tips berikut agar bisa memaksimalkan keuntungan dari usaha ayam geprek:

1. Bulatkan Tekad Kamu

Hal paling pertama yang sering orang-orang abaikan ketika mulai merencanakan bisnis adalah memastikan tekad mereka, apakah mereka benar-benar yakin serta memiliki niat dan tekad yang tinggi untuk memulai usaha tersebut.

Nyatanya, banyak sekali bisnis yang gagal karena pendiri bisnis tersebut menjalankan bisnis dengan setengah hati. Hal ini kemudian akan berpengaruh terhadap proses perencanaan dan berjalannya bisnis yang tidak maksimal.

Karakteristik ini cenderung akan menjalankan bisnis dengan usaha yang seadanya, malas berinovasi, dan lebih mudah menyerah apabila terdapat tantangan ketika bisnis berjalan. Hal-hal ini juga mendukung peluang gagalnya suatu bisnis menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, sebelum mulai merencanakan bisnis, pastikan bahwa kamu memiliki tekad yang kuat untuk menjalankan usaha ayam geprek. Dengan demikian, kamu akan menjalankan proses bisnis dengan sepenuh hati dan maksimal.

2. Lakukan Riset Pasar

Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah riset pasar usaha ayam geprek. Proses ini merupakan hal paling mendasar yang penting dilakukan ketika ingin memulai bisnis apapun, termasuk ayam geprek.

Dengan melakukan riset pasar, kamu bisa mengetahui informasi mengenai siapa dan di mana lokasi pembeli ayam geprek berada, serta kebutuhan-kebutuhan mereka. Kemudian, kamu juga dapat mengetahui kompetitor bisnis ayam geprek dan strategi apa yang mereka lakukan untuk dapat menarik pembeli.

Hal ini kemudian akan bermanfaat untuk merencanakan strategi bisnis ayam geprek, sehingga dapat membantu kamu dalam mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi-informasi yang telah kamu dapatkan.

3. Tentukan Lokasi yang Strategis

Informasi-informasi yang kamu dapatkan dari proses riset pasar bisa kamu manfaatkan untuk menentukan lokasi bisnis ayam geprek yang strategis.

Lokasi memiliki peranan yang penting terhadap suatu bisnis, terlebih lagi untuk usaha kuliner seperti ayam geprek. Hal ini karena restoran cenderung akan menarik lebih banyak pelanggan dan memiliki pelanggan tetap apabila berlokasi di tempat yang memiliki permintaan yang tinggi.

Untuk itu, kamu dapat memanfaatkan informasi mengenai siapa dan di mana lokasi pembeli ayam geprek yang telah kamu dapatkan dari proses riset pasar untuk menentukan lokasi restoran yang strategis.

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan biaya lokasi. Suatu lokasi dengan permintaan pasar yang tinggi bisa jadi memiliki biaya sewa yang tinggi pula, sehingga perlu kamu pertimbangkan lebih lanjut.

4. Tentukan Supplier Daging Ayam Terbaik

Untuk memulai usaha ayam geprek, tentu kamu harus menentukan supplier daging ayam terbaik untuk dapat menghasilkan ayam geprek yang berkualitas.

Pastikan kesegaran, bobot, serta keamanan daging ayam ketika sedang memilih supplier ayam. Tak lupa juga untuk membandingkan harga dan lokasi supplier daging ayam. Untuk mempermudah proses pembelian daging ayam.

Akan lebih praktis apabila kamu memilih supplier yang menerima pemesanan secara online dan dapat mengantarkan produk ke lokasi. Untuk daerah Anda yang berada di Depok, kami memiliki rekomendasinya: supplier ayam depok.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut dengan matang, kamu bisa mendapatkan daging ayam dengan kualitas tinggi dengan harga yang cukup reasonable untuk keperluan bisnis dengan melalui proses pemesanan yang praktis.

5. Siapkan Biaya Modal dan Operasional

Tips selanjutnya untuk memulai usaha ayam geprek adalah menyiapkan biaya modal dan operasional. Pastikan kamu memiliki biaya yang cukup untuk menjalankan usaha ayam geprek. Dengan demikian, maka proses bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu estimasi biaya modal dan operasional yang dibutuhkan untuk usaha ayam geprek.

Biaya Modal

NoItemBiaya
1Peralatan masak dan makanRp 3.000.000an
2Meja dan kursiRp 2.500.000an
3Media promosiRp 1.000.000an
4Biaya lain-lainRp 1.000.000an
TotalRp 7.500.000an

Biaya Operasional

NoItemBiaya
1Bahan makananRp 6.000.000an
2Sewa tempatRp 5.000.000an
3Gaji 2 orang karyawanRp 4.000.000an
4Biaya gas, listrik, dan airRp 500.000an
5Biaya tak terdugaRp 1.500.000
TotalRp 17.000.000an

Kamu dapat mengacu kepada estimasi perhitungan tersebut untuk mempersiapkan biaya-biaya keperluan bisnis. Pastikan juga untuk menyesuaikan harga tersebut dengan lokasi restoran yang telah kamu tentukan.

Saatnya Memulai Usaha Ayam Geprek!

Setelah mengetahui peluang dan tips memulai usaha ayam geprek, kini saatnya untuk mulai mempersiapkan hal-hal yang kamu perlukan. Jangan lupa untuk bertekad dan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan usaha kamu. Pastikan bahwa kamu siap untuk memulai dan menghadapi tantangan-tantangan yang akan muncul di kemudian hari.

Ikhtiar untuk memberikan yang terbaik, lalu berdoa. Selamat berbisnis dan semoga bermanfaat!

Penulis

Bang Budi

Mahasiswa yang mulai mempelajari dunia budidaya pertanian pada tahun 2019. Bertani itu seru!

Tinggalkan komentar