Strategi Pemasaran Ayam Potong

Bang Budi

Dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat, akan semakin banyak orang yang mengenal bisnis kamu. Hal ini kemudian secara tidak langsung akan membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan bisnis.

Tak hanya itu, strategi pemasaran yang baik juga dapat membantu kamu dalam bersaing dengan kompetitor. Apabila telah memiliki citra yang baik serta terkenal oleh masyarakat, orang-orang akan lebih percaya kualitas hasil usaha ayam potong kamu.

Hal-hal tersebut berperan penting dalam membantu bisnis ayam potong agar bisa bertahan dan terus berkembang menjadi lebih sukses. Oleh karena itu, suatu bisnis ayam potong perlu memiliki strategi pemasaran yang tepat agar bisa memperoleh keuntungan yang maksimal.

Lalu, bagaimana strategi pemasaran ayam potong yang paling efektif untuk memaksimalkan keuntungan bisnis? Mari kita cari tahu lebih lanjut.

1. Menjaga Kualitas Ayam Potong

Produk yang berkualitas tinggi sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan customer akan produk kamu. Hal ini kemudian akan berperan penting dalam memunculkan customer-customer reguler yang loyal.

Oleh karena itu, pastikan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang banyak diminati oleh customer.

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar dapat menghasilkan ayam potong berkualitas tinggi.

Pertama adalah dengan memberikan asupan air dan pakan yang tepat. Pastikan untuk memberikan pakan yang berkualitas dan sesuai dengan usia ayam. Kemudian, jangan lupa pula untuk memberikan asupan air yang cukup dan higienis.

Selain itu, jagalah kehigienisan lingkungan ternak, proses pemotongan, serta proses distribusi ayam potong. Dengan demikian, daging ayam potong yang kamu hasilkan akan terlihat bersih, aman untuk konsumsi, dan tidak cepat membusuk.

Hal selanjutnya yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kualitas ternak adalah dengan menyediakan lingkungan yang nyaman bagi ayam. Proses ini berguna untuk mencegah ayam mengalami stres, sehingga dapat menghasilkan ayam potong yang berbobot dan empuk.

2. Ketahui Target Pasar

Sebelum memasarkan ayam potong, pastikan kamu telah mengetahui terlebih dahulu mengenai target pasar bisnis. Dengan mengetahui target pasar, maka kamu dapat memanfaatkan biaya untuk pelaksanaan pemasaran yang efektif.

Proses pemasaran ayam potong yang berjalan tanpa mengidentifikasi target pasar akan mengakibatkan pemborosan biaya. Hal ini karena peluang konversi biaya pemasaran menjadi customer akan lebih sedikit

Target pasar usaha ayam potong akan bergantung kepada bisnis itu sendiri. Tentukan dan ketahui jenis ayam yang kamu hasilkan untuk dapat menentukan segmen pasar.

Apabila kamu menghasilkan ayam berbobot kecil dengan ukuran 0,8 hingga 1,4 kg per ekor, maka anda dapat memasarkannya ke pebisnis katering, pedagang kaki lima yang menjual hidangan ayam, dan restoran padang.

Di sisi lain, ayam berbobot sedang (1,4 hingga 1,8 kg per ekor) biasanya dibutuhkan oleh restoran siap saji. Kemudian, ayam berbobot besar dengan ukuran lebih dari 1,8 kg akan banyak diminati oleh industri pembuat sosis ayam dan nugget ayam.

Selain berdasarkan bobot ayam, kamu juga perlu memperhatikan ukuran bisnis ketika menentukan target pasar. Tak lupa juga untuk mempertimbangkan sumber daya, dana, dan tujuan bisnis agar proses pemasaran bisa efektif dan efisien.

3. Manfaatkan Teknik Pemasaran Mulut ke Mulut

Pemasaran mulut ke mulut atau yang kerap kali disebut mouth-to-mouth marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang ampuh, terutama pada zaman sekarang di mana kita dapat mengakses informasi kapan saja dan di mana saja.

Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu pemasaran mulut ke mulut.

Pernahkah kamu pernah membeli suatu produk karena ada teman yang merekomendasikan produk tersebut? Atau mungkin kamu membeli produk yang sedang hangat diperbincangkan di sosial media karena kualitasnya yang bagus?

Situasi tersebut menggambarkan strategi pemasaran mulut ke mulut untuk mempromosikan suatu produk.

Hal paling penting pada implementasi mouth-to-mouth marketing adalah kualitas produk yang kamu hasilkan. Untuk itu, pastikan bahwa ayam potong yang kamu hasilkan memiliki kualitas tinggi.

Selain itu, harga juga merupakan aspek yang dapat mendukung strategi pemasaran ini. Kamu bisa memasang harga ayam potong yang bersahabat untuk menarik perhatian customer dengan tetap memperhatikan kualitas yang sesuai.

4. Jalin Hubungan Baik dengan Customer

Strategi pemasaran ayam potong selanjutnya adalah dengan menjalin hubungan baik dengan customer. Mengapa hal ini penting? Karena hubungan yang baik merupakan salah satu pondasi yang mendukung customer untuk menjadi customer yang loyal.

Customer yang loyal merupakan salah satu aspek yang dapat membantu bisnis dalam meningkatkan keuntungan. Dengan mempertahankan customer loyal, kamu dapat menghemat pengeluaran untuk melakukan promosi guna menarik pelanggan baru.

Kemudian, dengan menjalin hubungan baik dengan customer yang loyal, kamu bisa memperoleh free marketing atau pemasaran gratis dari mereka. Customer yang memperoleh pengalaman menyenangkan ketika membeli ayam potong dari usaha kamu akan berpeluang untuk merekomendasikan produk ke kerabatnya.

Setelah mengenal pentingnya menjaga hubungan baik dengan customer, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara menjalin hubungan yang baik tersebut.

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk menjalin hubungan baik dengan customer adalah dengan berkomunikasi secara reguler. Hal ini berguna untuk mempertahankan customer dan membangun hubungan yang baik.

Selanjutnya, kamu dapat memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap customer loyal. Bentuk penghargaan bisa dalam bentuk diskon, voucher, gratis ongkos kirim, dan sebagainya. Dengan demikian, customer akan merasa senang dan dihargai, sehingga dapat meningkat loyalitas.

Hal-hal lain yang dapat kamu lakukan untuk menjalin hubungan baik dengan customer adalah dengan menangani feedback negatif dengan baik, aktif di media sosial, dan memenuhi harapan pelanggan.

Case Study: Strategi Pemasaran Ayam Potong

Setelah mengetahui beberapa strategi pemasaran ayam potong, kini saatnya kamu menerapkan strategi tersebut untuk meningkatkan profit bisnis. Kamu juga dapat mencari inspirasi strategi pemasaran dari bisnis ayam potong yang sudah sukses untuk mendukung efektifitas pemasaran.

Kamu dapat mencontoh strategi pemasaran Chickin Indonesia, salah satu supplier ayam potong Tangerang. Untuk memaksimalkan pemasaran, Chickin Indonesia berfokus dalam menjaga kualitas daging ayam yang dihasilkan dengan memanfaatkan teknologi IoT.

Selain itu, Chickin Indonesia juga melakukan pemasaran dengan aktif di media sosial dan berbagai komunitas untuk menjaga loyalitas customer serta membangun hubungan yang baik.

Kamu juga dapat mencari inspirasi dari bisnis ayam potong lain yang kamu kagumi. Teruslah belajar untuk mendukung kesuksesan bisnis. Jangan takut untuk mencoba, ya!

Penulis

Bang Budi

Mahasiswa yang mulai mempelajari dunia budidaya pertanian pada tahun 2019. Bertani itu seru!

Tinggalkan komentar