Tips Memulai Bisnis Ayam Potong

Bang Budi

Ayam potong sudah menjadi salah satu makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Sehingga, tak dapat kita pungkiri bahwa ayam potong bisa menjadi salah satu peluang ide bisnis dengan keuntungan yang menjanjikan. Baik dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari hingga rumah makan banyak membutuhkan ayam potong.

Bila kita telaah kembali, ayam potong memiliki target pasar yang luas. Sebagai entrepreneur kamu akan memiliki peluang pengembangan dan pemasaran bisnis yang jauh lebih tinggi karena tingginya permintaan pasar. Untuk mengetahui tips memulai bisnis ayam potong, yuk simak artikel berikut ini!

1. Menetapkan Posisi yang Akan Dijalankan

Dalam dunia bisnis ayam potong, kamu harus terlebih dahulu menentukan atau menetapkan posisi yang akan kamu jalankan.

Dalam satu rantai bisnis terdapat peternak, dan produsen atau pedagang ayam potong. Artikel ini lebih lanjut akan membahas kamu sebagai pedagang ayam potong.

Tips memulai bisnis ayam yang pertama ini akan mengarahkanmu pada langkah selanjutnya. Apabila bertindak sebagai produsen, artinya kamu membutuhkan modal untuk berjualan. Lalu, modal apa sajakah itu?

2. Menghitung Biaya dan Persiapan yang Dibutuhkan

Modal yang kamu perlukan bukan hanya uang saja, tetapi juga kemampuan berdagang serta tanah.

Ketika kamu bertindak sebagai produsen, maka kamu akan membutuhkan tempat untuk menampung daging ayam potong dan juga berjualan. Tetapi, bila kamu hanya sebagai pedagang kamu bisa tinggal mengambil dari produsen dan menjualnya.

Jadi, biaya yang perlu kamu hitung dan persiapkan adalah modal tempat, modal pembelian ayam dari distributor ayam, serta biaya pemasaran lainnya. Kamu bisa menekan modal pembelian dari supplier ayam bogor yang terpercaya dengan harga yang cukup ekonomis.

3. Menyiapkan Tempat Berjualan

Tips memulai bisnis ayam potong selanjutnya adalah menyiapkan tempat berjualan.

Mengapa hal ini penting? Karena ini menyangkut kualitas dari ketahanan ayam dan juga penentuan lokasi penjualan yang cukup strategis. Tempat berjualan ini menyangkut tempat, peralatan dan lokasi sekitar yang sanitasinya perlu kamu jaga.

4. Menentukan Skema Model Bisnis dengan Teliti

Skema model bisnis ini berbicara mengenai jenis bisnis dan pembagian hasil. Ada dua jenis yang paling umum yaitu bisnis kerjasama dan bisnis mandiri.

Dari nama pun sudah terlihat apabila mandiri semua modal, resiko, dan keuntungan ditanggung oleh sendirian. Meskipun begitu, keuntungannya akan jauh lebih besar daripada model kerjasama. Jenis model bisnis kerjasama setidaknya terdiri minimal dari 2 partisipan yaitu pengelola dan penjual.

Model bisnis kerjasama memiliki penyesuaian sendiri dalam kontraknya.

Jadi, modal, resiko, serta keuntungannya itu akan disesuaikan dengan kontrak yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak atau lebih.

Biasanya, model bisnis kerjasama memiliki tingkat resiko lebih rendah saat permintaan pasar dan harga jual yang menurun. Sebab kedua belah pihak akan berbagi resikonya.

5. Memahami Kebutuhan Pasar

Selanjutnya, kamu harus memahami kebutuhan pasar.

Sebelum kamu memulai, memahami pasar itu sifatnya sangat wajib dan penting. Dengan mengetahui kebutuhan pasar, kamu bisa mengalokasikan jumlah ayam potong yang sesuai dengan jumlah konsumen yang ada.

Hal yang akan menjadi resiko terjadi ketika kamu tidak memahami kebutuhan pasar dan menyediakan stok ayam dalam jumlah lebih banyak dari konsumennya. Hal tersebut dapat memicu kerugian besar dan minim profit pada bisnis yang akan kamu jalani.

6. Menentukan Harga Jual Sesuai dengan Harga Pasar

Selain memahami kebutuhan pasar, kamu juga harus menentukan harga jual yang sesuai. Jangan sampai saat kamu memulai bisnis ayam potong, kamu hanya memperhatikan keuntungannya saja. Hal tersebut cenderung membuat peminat berkurang dan hasilnya juga akan merugi.

Sebagai pelaku bisnis yang baik, kamu harus sering mengadakan survey harga pasar atau melihat info live harga daging di pasaran secara up-to-date. Dengan demikian, kamu akan lebih mudah mendapat konsumen dan juga laris di pasaran karena harganya ekonomis dan sesuai.

Setelah kamu membaca tips di atas, apakah kamu mulai tertarik dan siap memulai bisnis ayam potong?

Pastinya kamu harus menyiapkan business plan terlebih dahulu agar perencanaanmu jauh lebih matang dan hasil yang menguntungkan. Kunci besarnya keuntungan sangat ditentukan oleh pemahamanmu terhadap harga pasar. Selamat mencoba!

Penulis

Bang Budi

Mahasiswa yang mulai mempelajari dunia budidaya pertanian pada tahun 2019. Bertani itu seru!

Tinggalkan komentar